Klaten Menari 2026 Jadi Ajang Promosi Tari Lokal Menolak Punah
Delta Lidina May 03, 2026 09:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Klaten Menari #3 yang digelar di Candi Prambanan, Minggu (3/5/2026), tidak hanya menjadi perayaan Hari Tari Dunia, tetapi juga panggung promosi tari khas Klaten agar dikenal lebih luas. 

Ketua FSST Klaten Muhammad Qowim, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa misi pelestarian budaya, khususnya tari lokal yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). 

“Yang tadi ditampilkan ini tidak hanya berekspresi, tapi (upaya) kita sedang mempromosikan tarian produk Klaten,” ujarnya. 

Salah satu yang didorong untuk dikenal lebih luas adalah Tari Klana Dalang Topeng. 

“Tari Klana Dalang Topeng ini ke depan itu menjadi produk yang Insyaallah dan harapan kami meng-internasional kelak,” katanya. 

Ia menegaskan, para pelaku seni di Klaten memiliki potensi dan karya yang layak diperhitungkan. 

“Ada talent di Klaten, ada produk di Klaten dan kita bersuara, kita menolak untuk punah,” tegasnya. 

Qowim juga menilai tari harus menjadi bagian dari pembangunan, tidak hanya budaya tetapi juga ekonomi masyarakat. 

“Kita bersuara untuk tari menjadi bagian dari pembangunan kebudayaan dan ekonomi di seluruh masyarakat,” ujarnya. 

Melalui Klaten Menari, ratusan penari lintas usia tampil menunjukkan bahwa tari tradisional tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.