Saman Gayo Siap Tampil Wakili Indonesia di Busan International Dance Festival Korea Selatan
Sri Widya Rahma May 04, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Jakarta

TribunGayo.com, JAKARTA - Kesenian tradisi Tari Saman Gayo, dari Provinsi Aceh siap tampil di panggung dunia, mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Busan International Dance Festival, pada 2 hingga 9 Juni 2026 di Korea Selatan (Korsel).

Baca juga: Sanggar Gayo Art Leuser Gelar Festival Saman Tingkat SD

Saman Bukan Sekadar Tarian, Tapi Identitas Budaya

Ketua Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga), M Aris kepada TribunGayo.com di Jakarta, Senin (4/5/2026), menegaskan bahwa Tari Saman Gayo bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan identitas budaya yang sarat nilai kebersamaan, disiplin dan spiritualitas.

“Saman adalah wajah Indonesia yang utuh. Ia lahir dari kearifan lokal, tumbuh dengan kekuatan kolektif, dan telah diakui dunia,” ujarnya.

Panitia Busan International Dance Festival (BIDF), dalam surat undangannya yang ditujukan kepada Lesbuga, menyampaikan bahwa festival tersebut mengundang kelompok seni dari berbagai negara untuk menampilkan karya tari tradisional maupun kontemporer sebagai bagian dari pertukaran budaya global dan penguatan jejaring seni pertunjukan internasional.

Panitia juga menegaskan bahwa mereka memberikan ruang bagi karya-karya yang merepresentasikan identitas budaya yang kuat, memiliki keunikan, serta mampu menyampaikan pesan universal kepada publik internasional.

Menanggapi hal tersebut, M Aris menilai bahwa Tari Saman sangat memenuhi kriteria yang dimaksud.

“Apa yang diminta oleh panitia festival itu ada pada Saman. Keunikan, kekuatan, dan pesan universal semuanya menyatu dalam satu tarian,” katanya.

Baca juga: Tari Saman dan Bines Menggema di Lapas Kelas II B Blangkejeren Gayo Lues

Tari Saman telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Pengakuan ini menjadi dasar kuat bahwa Saman memiliki legitimasi untuk tampil di forum internasional.

Menurut M Aris, partisipasi Saman dalam festival internasional bukan hanya soal pertunjukan, tetapi juga diplomasi budaya.

“Ketika Saman tampil, dunia tidak hanya melihat gerak yang serempak, tetapi juga merasakan pesan persatuan, harmoni, dan kekuatan tradisi Indonesia,” ujarnya.

Lesbuga berharap pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat dapat bersinergi untuk mendorong keikutsertaan Saman dalam Busan International Dance Festival.

Dukungan ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya sekaligus memperluas pengaruh diplomasi budaya di tingkat global.

Upaya Pelestarian Saman di Kalangan Pelajar

Dalam rangka persiapan menuju Busan Internasional Dance Festival, Duta Saman Institut (DSI) yang diketuai Aminnulah Adnan setiap pekan menggelar latihan intensif di Tamini Squere Jakarta Timur. 

"Kami terus mengintesifkaan latihan sehingga saat tampil benar-benar maksimal," kata Amin. 

DSI sejak sepuluh tahun terakhir sangat konsen mempopulerkan saman di Jakarta dan beberapa panggung  Seni dunia.

DSI merekrut para pelajar berbagai sekolah Jabodetabek guna pewarisan Saman.

"Kita ajarkan Saman di berbagai sekolah di Jabodetabek. Alhamdulillah semakin terus berkembang, " lanjut Aminnulah.

Secara terpisah pembina Lesbuga, Alwien Desry SH MH, yang juga seorang seniman Tanah Gayo mendorong agar momen Busan Internasional Dance Festival dimanfaatkan untuk memperkenalkan Seni Gayo di forum internasional.

"Karenanya kita butuh dukungan banyak pihak, pemerintah dan swasta," ujar Alwien Desry. (*) 

Baca juga: Penampilan Tari Saman Diikuti 3500 Orang Akan Meriahkan HUT Ke-80 RI di Gayo Lues

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.