Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Jembatan Bailey di Desa Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, resmi dapat digunakan dan kini menghubungkan lima desa yang sebelumnya sempat terisolasi pascabencana hidrometeorologi.
Baca juga: Jembatan Kala Ili Linge Aceh Tengah Kembali Putus, PUPR Akan Bangun Jembatan Bailey
Jembatan tersebut mulai difungsikan setelah dilakukan prosesi adat peusijuek, Minggu (3/5/2026), sebagai bentuk syukur masyarakat atas rampungnya pembangunan infrastruktur tersebut.
Dengan selesainya pembangunan jembatan, akses transportasi warga di wilayah pedalaman itu kembali lancar.
Sebelumnya, masyarakat dari lima desa di kawasan Kemukiman Wih Dusun Jamat mengalami kesulitan mobilitas, terutama saat membawa hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintasi jembatan tersebut.
Waktu tempuh antarwilayah yang sebelumnya cukup lama juga menjadi lebih singkat.
Baca juga: Ketika Tubuh Tua LK Ara Mengayun di Sungai Kala Ili, Ia Berteriak "O Kala Ili"
Komandan Koramil 05/Linge Lettu Inf Muklis mengatakan, jembatan Bailey dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses penghubung antarwilayah.
“Selama ini akses masyarakat cukup terbatas. Dengan jembatan ini, mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian bisa kembali berjalan lancar,” kata Muklis.
Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga setempat.
Warga menyambut baik rampungnya pembangunan jembatan tersebut.
Mereka menilai, kehadiran jembatan Bailey sangat membantu kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghubungkan desa-desa yang sebelumnya sulit dijangkau.
Selain memperlancar transportasi, jembatan ini juga membuka kembali akses layanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan, yang sebelumnya sempat terkendala akibat kondisi infrastruktur.
Dengan difungsikannya jembatan Bailey ini, keterisolasian lima desa di Kecamatan Linge kini berakhir, dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal. (*)
Baca juga: Akibat Kebijakan Efisiensi, Jembatan dan Jalan Waq Kala Ili-Jamat Aceh Tengah Harus Kembali Tertunda