Dua Desa di Banyubiru Semarang Diterjang Longsor, 4 Rumah Terdampak, Sejumlah Akses Jalan Terputus
rival al manaf May 04, 2026 05:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Banyubiru pada Minggu (3/5/2026) memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mencatat total 11 titik longsor terjadi di dua desa di Kecamatan Banyubiru, yakni Desa Sepakung dan Desa Wirogomo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro menjelaskan, longsor terjadi setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih dua jam.

Baca juga: Kapal Antre Seminggu di Tanjung Emas, Industri di Kendal Teriak Desak Pemerintah Cari Solusi

Baca juga: Tawuran Pelajar di Kudus: Ada yang Tersungkur dan Dipukuli

"Kemarin itu tanggal 3 Mei, titik longsor itu ada 11 titik di Kecamatan Banyubiru, di Desa Sepakung dan Desa Wirogomo," tuturnya, Senin (4/5/2026).

Di Dusun Tlumpak, Desa Wirogomo, tercatat terdapat enam titik longsor.

Di antaranya, longsor terjadi di jalan poros dusun yang menghubungkan Dusun Tlumpak, dengan Dusun Praten, Kabupaten Magelang sepanjang 60 meter dengan tinggi tebjng mencapai 70 meter.

Longsor tersebut menyebabkan akses jalan terputus. 

Selain itu, di titik lain, material longsor dari tebing setinggi 10 meter dan panjang 20 meter juga sempat menutup akses masuk ke Dusun Tlumpak dengan ketebalan sekitar satu meter. 

"Kita selesaikan dengan alat berat," ucapnya.

Beberapa titik longsor juga berdampak pada permukiman warga.

Tercatat empat rumah warga terdampak. Longsor setinggi 25 meter dan lebar 3 meter menimpa bagian ruang tamu rumah warga di Dusun Tlumpak. Titik longsor lainnya mengenai dapur milik warga. 

Selain di Dusun Tlumpak, longsor juga terjadi di Dusun Kerajaan Kidul, Desa Wirogomo.

Dua titik longsor di wilayah ini sempat menutup akses jalan antar-RT dan jalan kabupaten.

Titik pertama longsor ketinggian lima meter dengan panjang enam meter. Sedangkan, titik kedua memiliki tinggi mencapai 30 meter dan lebar sekitar 5 meter.

"Total empat rumah terdampak dengan kerusakan bervariasi. Sisanya menimpa jalan. Ada jalan kabupaten, jalan poros desa, jalan RT," sebutnya. 

BPBD bersama warga melakukan penanganan secara bertahap. Untuk longsor ringan, penanganan dilakukan melalui kerja bakti, sementara longsor besar ditangani menggunakan alat berat. 

Selain melakukan pembersihan material longsor, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung kerja bakti warga serta memasang terpal di beberapa titik rawan guna mencegah longsor susulan.

Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama di wilayah dengan potensi longsor tinggi. Mengingat saat ini masih memasuki masa pancaroba, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga pertengahan Mei.

"Warga tetap kita sampaikan untuk selalu waspada. Februari ke Mei kan musim pancaroba. Sehingga masih memungkinkan sampai dengan Mei minggu kedua itu muncul cuaca-cuaca di luar prediksi," tuturnya. (eyf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.