TRIBUNNEWS.COM - Profil Timnas Afrika Selatan, sang tuan rumah Piala Dunia 2010 yang akhirnya kembali berkompetisi setelah melewatkan tiga edisi secara beruntun.
Sejak sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 yang melahirkan Spanyol sebagai juara turnamen.
Afrika Selatan yang punya luas wilayah sekitar 1,2 juta km persegi dan punya penduduk berjumlah 63-65 juta jiwa.
Diketahui selalu gagal lolos ke putaran final Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut.
Mulai edisi Piala Dunia 2014 (Brasil), 2018 (Rusia) dan 2022 (Qatar).
Berbagai cerita pilu dan tragis mewarnai kegagalan Afrika Selatan di masing-masing edisi Piala Dunia tersebut.
Namun, perjuangan Afrika Selatan untuk kembali mencicipi Piala Dunia bisa terwujud pada edisi 2026.
Baca juga: Profil Timnas Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Jagoan Baru dari Asia, Debutan Paling Berbahaya
Penambahan peserta Piala Dunia yang berefek bertambahnya jatah kuota untuk negara Afrika, secara tidak langsung membuat Afrika Selatan punya kans comeback.
Hingga akhirnya, Afrika Selatan benar-benar lolos dari kualifikasi dan memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026.
Kini, Piala Dunia 2026 yang menjadi penampilan keempat bagi Afrika Selatan, akan menjadi momentum besar bagi mereka untuk bisa mencetak sejarah baru.
Diketahui, Afrika Selatan belum pernah mampu melewati babak fase grup setiap kali berlaga di Piala Dunia.
Tersingkir di fase grup, seakan menjadi kebiasaan rutin yang ingin diperbaiki Afrika Selatan di Piala Dunia kali ini.
Bergabung dengan Meksiko, Ceko dan Korea Selatan di Grup A, peluang Afrika Selatan untuk lolos ke fase gugur, jelas terbuka lebar.
Di bawah komando pelatih Hugo Broos yang telah berjasa mendampingi Afrika Selatan sejak tahun 2021 silam.
Afrika Selatan akan berjuang sebaik mungkin, untuk mencetak sejarah gemilang di Piala Dunia 2026.
Afrika Selatan tercatat untuk pertama kalinya berlaga di Piala Dunia pada edisi 1998.
Berlangsung di Prancis, tim berjuluk Bafana Bafana tersebut bergabung di Grup C.
Bersama Prancis (tuan rumah/Eropa), Denmark (Eropa) dan Arab Saudi (Asia).
Sayang, debut Afrika Selatan di Piala Dunia berakhir pilu.
Hal ini karena mereka hanya bisa meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan, tanpa sekalipun meraih kemenangan.
Catatan dua hasil imbang tersebut didapat Afrika Selatan ketika bertemu Denmark (1-1) dan Arab Saudi (2-2).
Sementara, kekalahan diderita Afrika Selatan saat dipecundangi Prancis selaku tuan rumah dengan skor telak 3-0.
Setelah gagal lolos dari fase grup di Piala Dunia edisi pertamanya.
Afrika Selatan mencoba berbuat lebih baik saat mendapat kesempatan tampil lagi di Piala Dunia edisi keduanya tahun 2002.
Sayang, Afrika Selatan lagi-lagi gagal tampil maksimal, dan akhirnya kembali gagal lolos dari fase grup.
Kali ini, ketidaklolosan Afrika Selatan terasa kian tragis, lantaran cuma kalah dalam hal selisih gol dengan Paraguay.
Situasi dejavu kembali dirasakan Afrika Selatan yang kembali tersingkir langsung dari fase grup karena hal serupa di edisi Piala Dunia 2010, tepat ketika mereka menjadi negara Afrika pertama yang menyandang predikat sebagai tuan rumah.
Bukan perkara mudah bagi Afrika Selatan untuk bisa mengamankan tempat di Piala Dunia edisi kali ini.
Karena Afrika Selatan harus sampai menunggu detik terakhir, untuk sekedar memastikan tiket lolos Piala Dunia.
Fakta bahwa Afrika Selatan harus bersaing dengan Nigeria di grup yang mereka tempati, menjadi alasan babak kualifikasi terasa seperti neraka bagi tim tersebut.
Beruntung, Afrika Selatan akhirnya berhak lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengunci status juara grup, dengan keunggulan satu poin dari Nigeria di klasemen akhir kualifikasi Grup C zona Afrika.
Catatan lima kemenangan, tiga hasil imbang dan dua kekalahan mewarnai lika-liku perjalanan Afrika Selatan lolos ke Piala Dunia edisi keempat dalam sejarah mereka.
Kini, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan keempat bagi Afrika Selatan untuk mencetak sejarah baru berupa lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.
Dipimpin Hugo Broos, Afrika Selatan berharap banyak kepada sosok talenta muda seperti Thalente Mbatha, Oswin Appollis dan Evidence Makgopa agar bisa menciptakan dongeng indah di turnamen ini.
12 Juni 2026 (Laga Pembuka)
Jam 02.00 WIB - Meksiko vs Afrika Selatan
18 Juni 2026
Jam 23.00 WIB - Ceko vs Afrika Selatan
25 Juni 2026
Jam 08.00 WIB - Afrika Selatan vs Korea Selatan
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)