Jumail Mappile ke Jamaah Lutra: Jaga Kesehatan, Tunjukkan Keramahtamahan Indonesia
Hasriyani Latif May 04, 2026 06:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kelompok Terbang (Kloter) 20 Embarkasi Makassar sudah masuk di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Sulawesi Selatan, Senin (4/5/2026).

Rombongan terdiri dari 387 jamaah asal Kabupaten Maros 64 orang, Kabupaten Luwu Utara 55 orang, dan Sulawesi Barat 268 orang.

Kedatangan jamaah turut didampingi Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile. 

Ia tampak memberikan arahan langsung kepada jamaah asal daerahnya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Jumail meminta seluruh jamaah menjaga kesehatan dan kesiapan fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, stamina yang prima menjadi kunci agar jamaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

"Ini sebagaimana harapan kita setiap mengantarkan jamaah haji itu, kita berharap bahwa selama mereka berhaji, mulai berangkat sampai kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat," kata Jumail.

Baca juga: Imigrasi Kilat 3 Detik, Makkah Route di Makassar Pangkas Antrean Jamaah Haji

Kondisi di Tanah Suci menuntut fisik yang kuat, sehingga jamaah perlu menjaga stamina sejak awal keberangkatan. 

Baik ibadah wajib maupun sunah, lanjutnya, membutuhkan kesiapan tubuh yang optimal.

Jumail juga mengingatkan peran penting petugas dan pendamping haji. 

Ia berharap seluruh tim dapat memastikan kondisi jamaah tetap terpantau dan terjaga selama berada di Arab Saudi.

"Nah ini saya kira pendamping-pendampingnya juga nanti semua petugas haji memahami itu," kata Jumail.

Selain soal kesehatan, ia juga menyoroti pentingnya menjaga sikap selama di Tanah Suci. 

Jamaah haji Indonesia, termasuk dari Luwu Utara, dinilai sebagai representasi bangsa di mata dunia.

Karena itu, ia mengimbau agar jamaah mematuhi seluruh aturan yang berlaku, baik dari pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi.

Serta tetap menjaga keramahtamahan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

"Karena di sana nanti kan bukan cuma dari Indonesia, seluruh negara, seluruh negara-negara muslim yang ada di dunia ini semua ada jemaahnya di sana. Jadi keramahtamahan kita yang memang sudah dikenal itu bisa dijaga dan dipertahankan selama di tanah suci,” jelas Jumail.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Renaldi Cahyadi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.