Eksplorasi Migas di Kawasan IKN, 13 Sumur Baru Siap Dibor Juni 2026, Potensi Capai Rp 2,5 Triliun
Heriani AM May 04, 2026 06:11 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Kawasan transmigrasi di sekitar Ibu Kota Nusantara, tepatnya di Samboja, kembali menarik perhatian setelah ditemukannya belasan sumur minyak dan gas (migas) baru.

Temuan ini menegaskan potensi energi besar di wilayah yang selama ini dikenal sebagai area pengembangan permukiman.

Penemuan 13 sumur migas baru melengkapi eksplorasi sebelumnya yang telah berlangsung sejak 1989, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu titik strategis dalam pengembangan energi nasional.

Potensi produksi yang dihasilkan pun dinilai cukup signifikan, baik dari sisi minyak maupun gas bumi.

Baca juga: Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Bangun Hunian hingga Sport Center di IKN

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan 13 sumur migas baru itu memiliki potensi produksi minyak sebanyak satu juta barel dan potensi produksi gas sebanyak 11,64 miliar kaki kubik.

"Nah, apakah ini termasuk sumur masyarakat? Ini tidak termasuk sumur masyarakat, ini sumur baru yang akan dibor oleh Pertamina PHSS (PT Pertamina Hulu Sanga Sanga)," kata Djoko di Jakarta Selatan, Senin (04/04/2026).

Selain itu, SKK Migas juga masih mengidentifikasi apakah terdapat sumur tua untuk masyarakat yang nantinya bisa dimanfaatkan.

Ia menargetkan, eksplorasi 13 sumur migas baru itu akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang.

"Secara teknis kami juga sudah membahas bahwa minyak itu kan di dalam perut bumi, jadi yang kita manfaatkan adalah sumber energi di perut bumi. Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa ngebor miring di sebelahnya yang lahannya mungkin tidak dimanfaatkan," lanjut dia.

Baca juga: May Day di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud Ajak Buruh Jemput Peluang IKN dan Ekonomi Hijau

Potensi Revenue hingga Rp 2,5 Triliun

Sementara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan mengeksplorasi sumur migas tersebut adalah PT Pertamina (Persero).

"Potensi cadangannya setara Rp 1,1 triliun untuk minyak dan sekitar Rp 1,5 triliun untuk gasnya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun," ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto.

Rencananya, pengeboran dilakukan mulai tahun 2026 hingga tahun 2032.

Namun berdasarkan diskusi dengan pemerintah, diharapkan penyelesaian pengeboran sumur bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Baca juga: Samboja Lestari Hadapi Tantangan Perambahan Lahan, BOSF Dorong Penguatan Kawasan Hutan Penyangga IKN

Kompensasi buat Warga Transmigran

Sementara Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanegara, menegaskan akan memberikan kompensasi yang sepadan kepada warga transmigran apabila lahannya terimbas pengeboran sumur migas tersebut.

"Apakah itu berada di lahan masyarakat yang sudah dimanfaatkan atau misalkan lahan kosong sisa HPL yang masih berada dalam penguasaan kami," kata Iftitah.

Untuk itu, Kementerian Transmigrasi bersama SKK Migas menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi untuk penerbitan Hak Pakai eksplorasi sumur migas di sana.

Ia juga menyambut baik potensi pengembangan wilayah transmigrasi lewat eksplorasi sumber daya alam (SDA) tersebut.

"Tadi kami juga sudah sepakat bahwa nanti akan ada pembangunan infrastruktur di dasar. Jadi kami tidak harus mengeluarkan dana untuk infrastruktur dasar. Seperti jalan, jembatan, dan lain-lain karena akan ditopang oleh industri," ucap Iftitah.

Tak hanya itu, Iftitah juga berharap eksplorasi migas di Samboja bisa membuka lapangan pekerjaan untuk para transmigran Samboja. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.