MAKIN Keren! Jembrana Sediakan 160 Kuota Penerima Kredit Bersubsidi, Bantu Modal CPMI ke Luar Negeri
Anak Agung Seri Kusniarti May 04, 2026 09:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Program kredit bersubsidi untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI), menjadi salah satu program unggulan Pemkab Jembrana yang dipimpin Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan - Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Tahun 2026 ini, total kuota yang disediakan adalah untuk ratusan orang. Dan hingga April kemarin tercatat sudah ada 39 orang warga Gumi Makepung yang menikmati atau menjadi penerima program tersebut. 

Menurut informasi yang diperoleh, total kuota penerima program kredit bersubsidi bagi CPMI asal Jembrana di tahun ini sebanyak 160 orang.

Dari kuota tersebut, sebanyak 39 orang CPMI telah memanfaatkannya dan ada yang sudah berhasil. Namun begitu, sebagian calon penerima biasanya terkendala pada SLIK atau BI Cheking dari yang bersangkutan. 

Baca juga: NAIK Harga BBM Dikelola Swasta & BBM SPBU Pertamina, Namun Subsidi Masih Berusaha Dipertahankan!

Baca juga: PMI Jembrana Dilaporkan ke Aparat Setempat, PJW Jalani Pra Peradilan di Amerika Serikat 

"Jumlah penerima program kredit bersubsidi untuk CPMI kita, sekarang sudah 39 orang. Itu sampai akhir April kemarin," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi saat dikonfirmasi, Senin 4 Mei 2026. 

Dia menjelaskan, program kredit bersubsidi merupakan upaya pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan melindungi warga Jembrana yang akan bekerja atau magang ke luar negeri. Program ini memungkinkan calon pekerja migran mendapatkan akses pembiayaan yang ringan dan tanpa beban biaya yang tinggi.

"Sasaran kita adalah memberikan alternatif bagi masyarakat yang kesulitan modal untuk berangkat ke luar negeri," jelasnya. 

Lalu apa kendala selama ini bagi CPMI yang hendak memanfaatkan program ini. Mirah Ananta menyebutkan, secara umum rata-rata calon penerima manfaat program ini adalah soal Slik atau BI Cheking. 

"Yang tidak lolos biasanya karena masalah SLIK. Jadi yang bersangkutan ada kendala di BI Chekingnya sehingga belum bisa memanfaatkan program ini," sebutnya.  

Mantan Sekretaris Camat Negara ini berharap, ke depannya program ini bisa membantu masyarakat terutama yang terkendala atau kesulitan modal untuk berangkat ke luar negeri. Pemerintah mengakui akan membantu semaksimal mungkin masyarakat yang hendak memanfaatkan program ini. 

"Sebisa mungkin kami bantu mengingat saat ini antusias masyarakat khususnya generasi muda di Jembrana yang hendak bekerja ke luar negeri untuk memperbaiki kondisi ekonominya," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.