BANGKAPOS.COM -- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Saga di Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, langsung mengambil tindakan cepat dengan menghentikan dan menarik peredaran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (4/5/2026).
Keputusan ini diambil setelah muncul laporan adanya puluhan siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan, seperti muntah dan pusing, yang diduga terjadi usai mengonsumsi susu kedelai dalam paket menu MBG.
Para siswa yang mengalami keluhan tersebut diketahui berasal dari SD Negeri 7 dan SD Negeri 23 di wilayah Tanjungpandan.
Koordinator SPPG Air Saga, Ikhsan Cahaya Utama, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan yang masuk dari sekolah.
"Jadi setelah dapat laporan dari SD, kami langsung tarik distribusi terakhir untuk SMPN 4. Saya berupaya koordinasi dengan gurunya untuk penarikan," ujar Ikhsan kepada posbelitung.co.
Ia mengungkapkan, informasi awal diterima dari SD Negeri 23 sekitar pukul 09.45 WIB. Bersama tenaga ahli gizi, ia langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi para siswa. Awalnya hanya beberapa siswa yang mengalami gejala, namun dalam waktu singkat jumlahnya terus bertambah.
"Saya terus berkoordinasi dengan kepala sekolah. Ternyata di SD Negeri 27 juga banyak murid yang muntah," katanya.
Meski demikian, untuk sementara laporan yang diterima pihaknya baru berasal dari dua sekolah, yakni SD Negeri 7 dan SD Negeri 23 Tanjungpandan.
Sementara sekolah lain yang juga menerima program MBG belum melaporkan adanya keluhan serupa.
"Terakhir laporan dari sekolah, di SDN 7 ada 32 murid dan SDN 23 itu 14 sampai 16 murid," katanya.
Berdasarkan keterangan siswa dan pihak sekolah, dugaan sementara mengarah pada susu kedelai yang menjadi bagian dari menu MBG. Namun, kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium dari pemerintah daerah bersama pihak terkait.
"Dugaan sementara memang dari susu kedelai tapi kita belum tahu pasti, sebelum keluar hasil uji lab," katanya.
Ikhsan juga menyebutkan bahwa susu kedelai tersebut baru pertama kali dimasukkan dalam menu MBG. Produk itu diperoleh dari pemasok yang merupakan pelaku UMKM.
"Iya ini baru pertama kali disajikan susu kedelai, itu dari supplier UMKM," pungkasnya.
(Pos Belitung/Bangkapos.com)