1,5 Juta Siswa Jatim Pecahkan Rekor MURI Minum Tablet Tambah Darah
Wiwit Purwanto May 04, 2026 09:05 PM

 

Peringatan Hardiknas Jatim Pecahkan Rekor MURI, 1,5 Juta Siswa Minum TTD Serentak

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA  - Peringatan Hardiknas yang digelar Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi diwarnai dengan pemecahan rekor MURI Gerakan Minun Tablet Tambah Darah (TTD) serentak dan terbanyak di Indonesia, Senin (4/5/2026). 

Diikuti 1.572.404 siswa Jatim baik secara luar jaringan maupun secara daring, melakukan Gerakan Minum TTD ini memiliki manfaat besar bagi anak remaja usia sekolah.

Terutama meningkatkan hemoglobin, mencegah anemia, serta mencegah kecacatan saat hamil di masa depan.

Oleh MURI, penghargaan tersebut diserahkan langdung pada kepada Kadis DP3AK Prov. Jatim Sufi Agustini di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan banyak upaya yang dilakukan Pemprov Jatim dalam menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kualitas proses pembelajaran.

Baca juga: Hardiknas 2026: Jatim Rilis 40 Sekolah Berintegritas, Ada Kantin Kejujuran

Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan melakukan penataan penggunaan gadget di sekolah saat pembelajaran. Langkah penting ini dilakukan untuk memperkuat interaksi sosial dan kolaborasi antar siswa. 

“Sekolah kita dorong menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan, sebagai bagian dari pembentukan karakter berkelanjutan,” tuturnya.

Memastikan Pendidikan Tetap Relevan Dengan Perkembangan Zaman

Di saat yang sama, Gubernur Khofifah menyebut inovasi menjadi kunci untuk memastikan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman. 

Berbagai program terus kita kembangkan diantaranya melalui Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), sudah ada 146 SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta menjadi pusat pembelajaran produktif berbasis ketahanan pangan. 

Baca juga: Momen Hardiknas 2026, Tim Orkestra SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Tampil Lagi di Grahadi

“Saya rasa kita semua akan memberikan apresiasi yang luar biasa, saya melihat di Ploso klaten Kediri, anak-anak SMK telah bisa melakukan mekanisme peternakan yang cukup modern, ada ayam petelur yang telurnya sudah menjadi bagian dari telur Omega,” ungkapnya.

Selain itu juga ada East Java Innovative Education Summit (EJIES) yang menginisiasi ribuan inovasi guru yang berdampak bagi kualitas pembelajaran.

Lalu Double Track SMA, pengembangan kendaraan listrik SMK, serta Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG).

“Tujuannya untuk penguatan kemandirian ekonomi guru honorer melalui kewirausahaan,” sebutnya.

Ia juga mengatakan Pemprov Jatim tengah berupaya menyiapkan calon pemimpin masa depan melalui penguatan sekolah berbasis ketarunaan di berbagai wilayah Jawa Timur.

Berbagai upaya tersebut telah menunjukkan hasil yang membanggakan yang secara konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional.

“Selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes dan enam tahun berturut-turut selama enam tahun, semoga akhir mei ini nanti Jawa Timur kembali menjadi yang terbanyak diterima di PTN dengan tes,” katanya.

Tidak hanya itu, selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur meraih juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional.

Jawa Timur juga menjadi juara umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta meraih medali terbanyak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama lima tahun berturut-turut.

“Yang tak kalah membanggakan, karya siswa SMK Jawa Timur di bidang fashion berhasil tampil di ajang internasional di Hong Kong, menunjukkan daya saing global pendidikan vokasi kita,” ucapnya.

Capaian tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan. Kerja keras guru, dedikasi kepala sekolah, dukungan orang tua, dan tentu saja semangat luar biasa para siswa.

"Apresiasi kami berikan kepada para guru di Jawa Timur yang dengan ketulusan dan ketekunan terus membimbing serta mendampingi siswa hingga mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional," ucapnya.

Keberhasilan tersebut juga diperkuat oleh intervensi program yang terarah dan inklusif.

Salah satunya melalui Program 'Mama Mau Naik Kelas – Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas' yang menjadi model penguatan akses dan pendampingan pendidikan secara lebih intensif.

"Program ini menunjukkan hasil yang sangat signifikan, dengan persentase siswa diterima melalui SNBP di sekolah pilot mencapai 44,64 persen, jauh di atas rata-rata Jawa Timur sebesar 27,20 persen," ungkapnya.

Selain penguatan program dan infrastruktur, perhatian Pemprov Jatim juga diberikan pada penguatan sumber daya manusia pendidikan salah satunya pada penataan guru non ASN. Berdasarkan data sekolah negeri, terdapat 19.428 guru PNS, 17.769 guru PPPK, 3.974 guru PPPK paruh waktu, serta 2.295 guru non ASN.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.