TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pernahkah kamu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh setelah kita makan?
Di balik proses sederhana seperti mengunyah dan menelan, tubuh menjalankan sistem kompleks untuk menjaga keseimbangan kondisi internal agar tetap stabil. Proses inilah yang dikenal sebagai Homeostasis.
Apa Itu Homeostasis?
Homeostasis adalah kemampuan alami tubuh untuk mempertahankan kondisi internal tetap stabil, meskipun terjadi perubahan dari lingkungan luar.
Artinya, apapun yang terjadi di luar tubuh seperti perubahan suhu, asupan makanan, atau aktivitas fisik tidak boleh mengganggu keseimbangan di dalam tubuh.
Jika terjadi gangguan, tubuh akan segera merespons untuk menormalkan kembali kondisi tersebut.
Tanpa mekanisme ini, manusia tidak akan mampu bertahan hidup karena tubuh tidak bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.
• 45 Paket Jawaban Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 2 dan Jawaban, Ujian Akhir Sekolah
Homeostasis berperan penting dalam menjaga fungsi organ tetap optimal. Beberapa hal utama yang diatur oleh sistem ini antara lain:
Kadar gula dalam darah
Keseimbangan cairan dan elektrolit
Suhu tubuh (proses Termoregulasi)
Semua proses tersebut bekerja secara otomatis tanpa kita sadari setiap hari.
Apa yang Terjadi Setelah Kita Makan?
Setelah mengonsumsi makanan, terutama yang mengandung karbohidrat atau gula, kadar gula dalam darah akan meningkat. Kondisi ini sering disebut sebagai lonjakan gula darah.
Kenaikan ini terjadi karena makanan diubah menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah. Namun, kadar gula yang terlalu tinggi bukan kondisi yang ideal bagi tubuh.
Di sinilah peran homeostasis bekerja.
Tubuh akan merespons lonjakan gula darah dengan cara:
Jika proses ini berjalan dengan baik, maka tubuh tetap berada dalam kondisi stabil dan sehat.
Cara itu adalah dengan menggunakan hormon insulin.
Hormon adalah zat kimia yang berfungsi sebagai sinyal melalui jalur pembuluh darah.
Sinyal (hormon) insulin ini akan menginstruksi hati kita untuk menyimpan gula yang berlebihan menjadi glikogen, bentuk glukosa yang disimpan di dalam sel kita untuk digunakan nanti.
Namun bagaimana jika situasinya terbalik? Bagaimana jika kadar gula darah kita dibawah kadar normal?
Homeostasis akan mencari cara agar gula dara kita naik ke keadaan normal.
Cara tersebut adalah dengan menggunakan hormon glukagon.
Hormon glukagon akan mendorong hati untuk memproduksi glukosa dengan glukosa yang tersimpan sebagai glikogen.
Hasilnya, gula darah akan kembali ke kadar normal.
Apakah teman-teman pernah tidak minum seharian dan saat buang air kecil, air yang keluar sangat sedikit?
Inilah homeostasis untuk cairan tubuh!
Tubuh kita memerlukan kadar air tertentu dan tidak boleh kekurangan. Sama sekali!
Maka dari itu, hadirlah hormon Antidiuretic (ADH), yang memiliki kemampuan untuk mengurangi jumlah air yang dikeluarkan.
Hormon ini akan diberikan melalui darah ke ginjal kita, lalu ginjal kita akan mengerti bahwa ginjal harus menyerap kembali air yang hampir keluar.
Jika tidak ada hormon ADH, kestabilan air di tubuh akan kacau.
Kekurangan ADH adalah penyakit diabetes inspidus, kondisi ini membuat pasien akan merasakan haus berlebihan dan sering buang air kecil.
Hasil kekurangan dari ADH adalah pembengkakkan, dehidrasi, lalu kerja jantung dan otak tidak akan optimal.
• Kemnaker Beri Diskon 50 Persen Iuran JKK dan JKM untuk Pekerja Informal, Ini Rinciannya
Tubuh kita harus menetap pada temperatur 35,5 - 37,5 agar setiap organ dalam tubuh kita berfungsi dengan baik.
Untuk kali ini, kita tidak akan mengandalkan hormon, namun lebih pada sistem saraf kita di kulit.
Secara dasar, sistem saraf kita memiliki jalur ini:
1. Stimulus (keadaan eksternal).
2. Reseptor (tubuh kita sadar akan keadaan eksternal).
3. Saraf sensorik (mengirim sinyal denyut listrik).
4. Tulang belakang / neuron antar (meneruskan sinyal).
5. Saraf motor (mengirim sinyal denyut listrik).
6. Efektor (sinyal listrik mengaktifkan otot).
7. Tanggapan (otot kita bereaksi).
Sekarang, mari kita masuk ke contohnya.
Apakah kamu sadar, kalau kita kedinginan, bulu tubuh kita berdiri dan kita merinding?
Ini adalah hasil dari kontraksi otot (melalui sistem saraf) setelah tubuh kita sadar akan situasi eksternal kita.
Mengapa otot kontraksi? Karena saat kontraksi, terjadi pergesekan. Pergesekan ini akan melepaskan panas ke lingkungan sekitar.
Selanjutnya, apakah kamu sadar kalau kamu akan berkeringat jika kepanasan?
Berkeringat memiliki proses tersendiri, proses ini dimulai di hipotalamus.
Hipotalamus adalah bagian otak yang mengawasi temperatur tubuh secara konstan.
Hipotalamus akan mengirim sinyal kepada kelenjar keringat melalui saraf.
Apa itu kelenjar? kelenjar adalah organ yang memproduksi atau melepaskan zat, zat kali ini adalah keringat.
Keringat ini akan menguap di permukaan kulit dan menyerap panas tubuh. Maka, suhu tubuh akan kembali normal.