TRIBUNNEWS.COM - Pemenuhan gizi anak masih menjadi perhatian utama orang tua, terutama pada masa awal kehidupan yang menentukan tumbuh kembang.
Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan nutrisi anak diberikan secara bertahap sesuai usia, dimulai dari ASI eksklusif selama enam bulan, lalu dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi lainnya.
ASI diketahui mengandung komponen penting yang mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi.
Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara optimal.
Baca juga: Perlukah Menghindari MSG saat MPASI? Ini Penjelasannya
Dalam situasi tersebut, alternatif seperti susu formula dapat digunakan berdasarkan indikasi medis dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Seiring perkembangan ilmu gizi, perhatian terhadap nutrisi anak kini tidak hanya berfokus pada jumlah asupan, tetapi juga kualitas bahan baku dan proses pengolahan.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Dr. Rimbawan, menekankan bahwa keseimbangan dan kualitas nutrisi memiliki peran penting dalam setiap fase pertumbuhan anak.
“Kebutuhan gizi bayi dan anak harus dipenuhi sesuai tahapan usia, karena setiap fase memiliki kebutuhan berbeda. Yang berperan bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini sesuai Pedoman Gizi Seimbang,” ujar Rimbawan, dikutip Senin (4/5/2026).
Di tingkat global, perhatian terhadap kualitas bahan baku susu juga semakin meningkat.
Negara seperti Australia dan Selandia Baru melalui Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) telah menetapkan standar ketat terkait komposisi formula bayi, mulai dari sumber protein hingga pelabelan produk.
Sementara itu, di Tiongkok, transparansi sumber susu menjadi bagian penting dalam pengembangan produk nutrisi anak.
Menurut Rimbawan, kualitas sumber nutrisi menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan anak.
Susu segar sebagai bahan baku utama secara alami mengandung berbagai zat gizi seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, dan vitamin B2 yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan anak, khususnya usia di atas satu tahun.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa inovasi dalam produk nutrisi anak kini tidak hanya menitikberatkan pada penambahan kandungan gizi, tetapi juga pada kualitas sumber bahan dan karakteristik nutrisi di dalamnya.
Dengan demikian, orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh dalam memilih asupan terbaik bagi anak.