TRIBUN-MEDAN.com - Situasi di Selat Hormuz seakin panas. Sebuah kapal berbendera Kores Selatan diserang saat melintas di wilayah Selat Hormuz, Senin (4/5/2026).
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh media Korea, Chosun Daily, yang mengutip pernyataan pejabat pemerintah.
Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyatakan masih melakukan verifikasi terkait insiden tersebut.
Namun, hasil pemeriksaan awal memastikan tidak ada warga Korea Selatan yang menjadi korban dalam serangan itu.
“Kami telah memastikan pada pemeriksaan awal bahwa tidak ada korban jiwa di antara warga negara kami,” ujar pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Baca juga: MERASA Difitnah Lecehkan Tersangka Wanita, Penyidik Polrestabes Medan Laporkan Pencemaran Nama Baik
Baca juga: PENGADAAN Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar Jadi Polemik, Per Pasang Rp 700 Ribu, Gus Ipul: Lelang
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis pelayaran internasional.
Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat juga memberikan klarifikasi terkait laporan terpisah yang menyebut adanya serangan terhadap kapal Angkatan Laut AS di wilayah yang sama.
Klaim tersebut sebelumnya disampaikan oleh media yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Pejabat AS menegaskan bahwa tidak ada kapal Angkatan Laut Amerika yang terkena serangan di kawasan tersebut.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).
CENTCOM menyebutkan bahwa dua kapal berbendera Amerika berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman pada hari yang sama.
“Rudal yang diluncurkan itu bahkan tidak mendekat sama sekali," tambah CENTCOM dalam pernyataannya.
Selain itu, CENTCOM menegaskan bahwa pihaknya masih menjalankan operasi pengamanan maritim serta mendukung kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa negaranya telah menyiapkan berbagai skenario lanjutan yang akan dijalankan jika diperlukan, meski tidak dijelaskan secara rinci.
Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai pelaku serangan terhadap kapal Korea Selatan maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Situasi di kawasan tersebut masih terus dipantau oleh otoritas terkait dari berbagai negara.
Baca juga: INSIDEN KRL Mati Listrik Akibat Disambar Petir, Penumpang Wanita Panik Berhamburan di Pintu Gerbong
(*/tribun-medan.com)