Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah dijual pedagang eceran di Kecamatan Saparua, Maluku Tengah capai Rp. 7 ribu per liter.
Menurut pedagang, pasokan dibeli dari agen seharga Rp. 5 ribu baru dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Per liter diambil keuntungan Rp 2 ribu.
"Katong (kami) beli dengan Rp. 5 ribu, jual Rp. 7 ribu, untungnya cuman dua ribu saja," ujar pedagang yang minta namanya dirahasiakan, Selasa (5/5/2026).
Diketahui, harga eceran tertinggi (HET) Rp. 4.300 sesuai ketetapan pemerintah.
Mahalnya harga minyak tanah itu kemudian menjadi persoalan yang dikeluhkan warga.
Baca juga: Peluncuran Progam Polisi Mengajak di Maluku, Pendidikan Karakter Siswa Siap Dibentuk
Baca juga: Lepas 9 Calon Jemaah Haji 2026, Wabup SBT: Sebut Daerah Kita Ditempat Mustajab
Menyoal tingginya harga di tingkatan pengecer, Koordinator Lapangan SPBU Saparua, Ampi menjelaskan, persoalan itu tidak menjadi kewenangan pertamina.
Melainkan kewenangan pemerintah daerah untuk mengawasi dan menjaga kestabilan harga.
Hanya dipastikan distribusi pasokan telah sesuai aturan termasuk harga jual ke tingkatan agen.
Yakni Rp. 4.300 per liter sesuai HET.
"Harga sesuai ketentuan," tandasnya. (*)