Tembok SDN 08 Tebet Barat Ambruk Sepanjang 42 Meter, Siswa Terpaksa Belajar Daring
Budi Sam Law Malau May 05, 2026 03:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Musibah menimpa lingkungan pendidikan di Jakarta Selatan setelah tembok belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Tebet Barat roboh akibat hujan deras pada Senin (4/5/2026) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Insiden yang terjadi di Jalan Tebet Barat X ini mengakibatkan aktivitas belajar mengajar tatap muka terhenti sementara demi keselamatan para siswa dan diganti dengan belajar jarak jauh atau secara daring.

Peristiwa ambruknya tembok sisi utara sekolah sepanjang 42 meter ini pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah dan guru yang tinggal di asrama sekolah.

Baca juga: Angkasa Pura Perbaiki Atap Terminal 3 Soetta yang Ambruk, Ditarget Selesai 2 Hari

Kepala SDN 08 Tebet Barat, Daryono, mengonfirmasi bahwa saksi sempat mendengar suara dentuman keras saat wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

"Tadi malam jam 10 itu ada suara yang begitu kencang. Setelah dilihat, ternyata tembok abruk. Untungnya tidak ada aktivitas anak-anak, jadi tidak ada korban jiwa," ujar Daryono saat ditemui di lokasi, Selasa (5/5/2026).

Selain tembok, bahannya juga meluluhlantakkan bangunan kantin sekolah yang berada di area belakang.

Kondisi Turap dan Bangunan Tua Jadi Pemicu

Berdasarkan asesmen awal dari BPBD Jakarta Selatan, robohnya struktur bangunan ini diduga dipicu oleh kombinasi faktor usia bangunan dan kondisi alam.

Kepala Satgas BPBD Jakarta Selatan, Kendar, menyebutkan bahwa bangunan tersebut merupakan material tahun 2015 yang sudah mulai melapuk.

Daryono menambahkan bahwa turap di bawah tembok sebelumnya sudah menunjukkan gejala kerusakan seperti retakan dan lubang.

Baca juga: Wali Kota Jakbar Minta Kontraktor Bertanggungjawab Tembok Sekolah Roboh

Tekanan air hujan yang ekstrim diduga mengikis bagian bawah turap hingga tidak mampu lagi menahan beban dinding di atasnya.

"Memang ada retakan, tapi tidak dianggap membahayakan sebelumnya. Ternyata hujan semalam sangat deras," imbuhnya.

PJJ Hingga Lokasi Dinyatakan Aman

Sebagai langkah darurat, pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau mulai dare Selasa pagi.

Daryono menekankan bahwa penghentian tidak ingin mengambil risiko terhadap keamanan siswa selama proses pembersihan puing berlangsung.

Saat ini, koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah dilakukan untuk mengerahkan alat berat guna menyingkirkan material dinding.

Petugas gabungan dari BPBD, PPSU, hingga Satpol PP masih berjibaku di lokasi kejadian.

Pihak sekolah belum dapat memastikan kapan siswa bisa kembali belajar di kelas, karena masih menunggu evaluasi keamanan struktur bangunan secara menyeluruh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.