Renungan Harian Kristen 6 Mei 2026 - Hidup Setia dalam Ikatan Perjanjia
Suci Rahayu PK May 05, 2026 06:11 PM

Renungan Harian Kristen 6 Mei 2026 - Hidup Setia dalam Ikatan Perjanjia

Bacaan ayat: Yeremia 31:33 (TB)  Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Terminologi perjanjian dan pembaharuan perjanjian sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita.

Dalam terminologi tersebut, setiap orang akan diikat untuk bertindak seperti isi perjanjian. Sejak lahir ikatan perjanjian pertama ialah perjanjian anak dengan orang tua.

 Dalam hal ini anak terikat untuk taat dan orang tua akan mencukupi kebutuhan hidupnya. Pembaharuan perjanjian terjadi saat terjadi pernikahan. Perjanjiannya ialah pernikahan: suami dengan istri.

Saat pernikahan berlanjut maka anak hadir dan perjanjian kembali pada posisi perjanjian orang tua dengan anak. Demikian seterusnya. Dipastikan yang diinginkan dalam setiap perjanjian ialah ikatan untuk saling setia satu dengan yang lain. 

Hal yang paralel juga terjadi dalam relasi kita dengan Tuhan. Ikatan perjanjian pertama ialah Tuhan sebagai pencipta dan manusia sebagai ciptaan.

 Tuhan akan bertindak sebagai Tuhan yang berkuasa atas segala yang ada, sementara manusia dituntut untuk taat. Sayangnya, manusia gagal untuk taat dan memberontak kepada Tuhan.

Dosa pun akhirnya mengubah segalanya. Meskipun demikian Allah berinisiatif kembali membangun perjanjian.

Panggilan-Nya kepada Abraham menjadi titik awal perjanjian yang akan dipulihkan. Realitanya, sedemikian sering perjanjian di bangun oleh Allah dan seringnya manusia mengingkari perjanjian tersebut. 

Satu babak pembaharuan perjanjian terjadi saat Yeremia dipanggil oleh Tuhan untuk mengabarkan kabar penghiburan.

Berada dalam krisis dan ancaman penaklukan dari Babilonia, dimana banyak diantara mereka yang di buang dan diasingkan, Yeremia tampil dengan kabar pengharapan tentang pemulihan. 

Bahwa Tuhan berinisiatif untuk memperbaharui perjanjian dengan cara yang benar-benar baru. Firman-Nya bukan lagi ditulis pada loh batu, namun kini akan ditulis dalam hati setiap orang.

 Dalam hal ini tidak ada lagi alasan bagi setiap orang untuk tidak memahami kehendak-Nya. Setiap orang, besar maupun dapat mengenal Tuhan sebagai penebus yang berkarya setiap waktu.

Dalam hal ini kembali umat dipahamkan bahwa inisiator perjanjian ialah Allah yang berkuasa atas segala yang ada. 
Perjanjian Baru ini pada akhirnya dapat mewujud dalam peristiwa Pentakosta, dimana Roh Kudus hadir dalam diri orang percaya dan membuatnya berkarya. 

Hari ini kita telah hidup dalam perjanjian yang baru. Puncak perjanjian Allah ialah hadirnya Yesus Kristus sebagai Firman Allah yang menjadi manusia.

Sebagaimana sejak awal perjanjian, Allah menghendaki kesetiaan; hal yang sama berlaku untuk hari ini. Allah ingin agar kita hidup dalam kesetiaan. Amin

   Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.