Buruh Kebersihan Tagih Janji Wali Kota Manado: Minta Tak Lagi Diurus Camat dan Lurah
Rizali Posumah May 05, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi sejumlah buruh mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Sulawesi Utara, Senin (4/4/2026).

Dalam momen tersebut, para buruh yang diwakili Jimmy Tindy menagih janji kepada Wali Kota Manado, Andrei Angouw.

Jimmy Tindy menyampaikan bahwa janji-janji yang sebelumnya disampaikan pemerintah kota diharapkan dapat segera direalisasikan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh.

"Pak Wali Kota janjinya untuk buruh kebersihan kota Manado," jelasnya

Menurutnya dia berpikir bahwa Wali Kota Manado membuat regulasi baru agar jangan lagi kebersihan dikelola oleh Camat dan Lurah.

"Mereka sudah tidak bisa urus surat-surat karena harus urus kebersihan," jelasnya 

Selain itu, dia meminta agar di dekat TPA Tuminting bisa disediakan perumahan untuk para petugas kebersihan 

"Buruh butuh kepastian dan keberpihakan dari pemerintah,” ujar Jimmy dalam aksi tersebut.

Peringatan Hari Buruh Internasional di Manado tahun ini diikuti berbagai elemen pekerja yang mengusung semangat solidaritas dan perjuangan untuk kesejahteraan buruh di Sulawesi Utara.

Diketahui Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Senin (4/5/2026).

Kehadiran YSK bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah menjadi sinyal kuat perhatian pemerintah terhadap nasib buruh di Sulawesi Utara.

Di hadapan ribuan peserta, YSK menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pekerja yang dinilai berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya, Pak Victor, Forkopimda, dan semua yang hadir di panggung ini menunjukkan keseriusan kami untuk mengurusi buruh pekerja di Sulut. Kita punya satu tujuan, yakni menyejahterakan masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, YSK juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Sulut.

Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut meningkat menjadi 76,36 persen, ditopang sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Buruh mungkin tidak selalu merasakan langsung hasil kerja kerasnya, tapi angka-angka ini adalah bukti kontribusi kalian. Sulut terus bertumbuh, dan itu ada peran besar para pekerja,” katanya.

Ia juga menyinggung kondisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dinilai masih aman dan menunjukkan tren positif.

Menurutnya, hubungan industrial yang harmonis harus terus dijaga melalui kolaborasi antara pengusaha, buruh, dan pemerintah.

“Tripartit harus berjalan baik. Keseimbangan antara pengusaha, buruh, dan pemerintah harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Pada momen tersebut, YSK membuka ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia menilai berbagai masukan yang disampaikan bersifat konstruktif dan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

“Saya dan Pak Victor tidak alergi dikoreksi. Semua masukan akan kami tindaklanjuti. Saya minta jajaran provinsi mendengar dan menjalankan apa yang menjadi harapan buruh,” ucapnya.

Menutup sambutannya, YSK menegaskan Pemprov Sulut siap menjalankan arahan Presiden RI dalam peringatan May Day nasional, sekaligus memastikan seluruh aspirasi buruh mendapat perhatian serius.

“Pemerintah provinsi satu komando dengan Presiden. Semua aspirasi yang kami terima hari ini akan menjadi perhatian serius,” tandasnya. (Ren)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.