TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Sosok di balik hadirnya Raini’s Koffie di Kota Manado, Herry “Inyo” Rumondor, membagikan kisah perjalanannya merintis usaha kedai kopi hingga akhirnya berkembang di kampung halamannya.
Pria yang akrab disapa Pak Inyo ini mengungkapkan, sebelum membuka usaha di Manado, ia lebih dulu merintis kedai kopi di Kutai Barat, Kalimantan Timur pada Agustus 2023.
Berbekal pengalaman tersebut, usahanya di Kalimantan berjalan cukup baik hingga akhirnya memunculkan keinginan untuk pulang dan membangun bisnis serupa di tanah kelahirannya.
“Setelah di sana berjalan lancar, saya berpikir kenapa tidak buka juga di Manado,” ujar Pak Inyo saat diwawancara Jurnalis Tribun Manado, David Khusuma pada Selasa (21/4/2026) sore.
Keputusan itu pun diwujudkan dengan membuka Raini’s Koffie di Jalan Adipura Raya, Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, yang resmi grand opening pada pertengahan Desember 2023.
Ia mengaku sebagai penikmat kopi yang ingin menghadirkan tempat nyaman untuk bertukar pikiran.
Menurut Inyo, kafe bukan sekadar tempat menikmati minuman, tetapi juga ruang diskusi.
“Tempat kopi itu habitat yang bagus untuk bertukar pikiran,” ujarnya.
Ia memilih lokasi di kawasan Kima Atas karena dinilai sedang berkembang.
Selain menyasar masyarakat umum, Raini’s Koffie juga menargetkan kalangan di sekitar pengadilan terpadu seperti jaksa dan hakim.
Bagi Pak Inyo, membuka kedai kopi bukan sekadar bisnis semata.
Ia mengaku memiliki ketertarikan tersendiri dengan suasana coffee shop yang hangat dan penuh interaksi.
“Kedai kopi itu tempat orang bertemu, berdiskusi, dan berbagi cerita. Itu yang saya suka,” katanya.
Dalam mengembangkan usahanya, Pak Inyo juga menerapkan strategi matang, mulai dari pemilihan lokasi hingga konsep yang ditawarkan.
Ia melihat kawasan Manado bagian utara memiliki potensi besar, terlebih dengan adanya kompleks Pengadilan Terpadu yang menghadirkan banyak aktivitas profesional setiap hari.
Tak hanya itu, kualitas juga menjadi perhatian utama.
Ia memastikan setiap kopi yang disajikan menggunakan biji pilihan, seperti Arabika Gayo Aceh hingga racikan blend dari Temanggung dan Bandung.
Salah satu menu yang menjadi ciri khas di Raini’s Koffie adalah Kopi Sanger.
Menu ini ia bawa setelah pengalamannya saat menjadi panitia dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Aceh.
Nama “Sanger” sendiri memiliki arti unik, yakni singkatan dari “sama-sama ngerti”, istilah yang digunakan relawan mahasiswa pasca-tsunami Aceh saat memesan kopi racikan khusus.
Sebagai pengusaha, Pak Inyo turut membagikan pesan bagi generasi muda yang ingin memulai usaha.
Ia menekankan pentingnya keberanian yang dibarengi dengan perhitungan yang matang.
“Jangan asal berani tapi spekulatif. Harus pelajari pasar, lokasi, dan jaga kualitas supaya usaha bisa bertahan,” tegasnya.
Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah bagi pelaku UMKM.
Baik dari sisi permodalan maupun pembinaan, agar para pengusaha lokal bisa terus berkembang dan naik kelas.
(TribunManado.co.id/Pet)