Profil Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia di Piala Dunia 2026 yang Pernah Kritik Cristiano Ronaldo
Drajat Sugiri May 05, 2026 09:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Berikut profil Rudi Garcia yang merupakan pelatih Timnas Belgia di Piala Dunia 2026.

Rudi Garcia ditunjuk sebagai pelatih Timnas Belgia pada Januari 2025 menggantikan Domenico Tedesco.

Tidak butuh waktu lama bagi Rudi Garcia untuk beradaptasi. Ia langsung diberikan tanggung jawab besar untuk membangkitkan performa Timnas Belgia setelah meraih hasil mengecewakan di Euro 2024 dan UEFA Nations League 2025.

Debut Rudi Garcia bersama Timnas Belgia tersaji di babak playoff UEFA Nations League 2025 leg kedua melawan Ukraina pada Maret 2025.

Setelah kalah 3-1 pada leg pertama, Rudi Garcia sukses membawa Timnas Belgia bangkit dan berbalik mengalahkan Ukraina 3-0.

Hingga pada akhirnya, Rudi Garcia berhasil membawa Timnas Belgia finis sebagai pemuncak Grup J kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa setelah meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang dalam delapan laga.

Baca juga: Profil Stadion Akron, Venue Piala Dunia 2026 dengan Desain bak Gunung Berapi

Pelatih Prancis Nassr Rudi Garcia mengarahkan para pemainnya selama pertandingan sepak bola perempat final Piala Raja antara al-Nassr dan Abha di Stadion Mrsool Park di Riyadh pada 14 Maret 2023. Fayez NURELDINE / AFP
RUDI GARCIA - Pelatih Prancis Nassr Rudi Garcia mengarahkan para pemainnya selama pertandingan sepak bola perempat final Piala Raja antara al-Nassr dan Abha di Stadion Mrsool Park di Riyadh pada 14 Maret 2023. Berikut profil Rudi Garcia selaku pelatih Timnas Belgia di Piala Dunia 2026, ia pernah mengkritik  Cristiano Ronaldo saat masih menukangi Al Nassr. Fayez NURELDINE / AFP (Fayez NURELDINE / AFP) (Arsip)

Profil dan Karier Rudi Garcia

Rudi Garcia merupakan pelatih sepak bola profesional asal Prancis yang lahir di Nemours pada 20 Februari 1964.

Sebelum menjadi pelatih, Rudi Garcia adalah seorang pesepak bola profesional yang pernah memperkuat Lille.

Rudi Garcia awalnya masuk skuad LOSC Lille U19, ia kemudian promosi ke tim utama LOSC Lille pada 1983 dan tampil selama empat musim dengan catatan 81 penampilan serta torehan lima gol.

Setelahnya, Rudi Garcia pindah ke SM Caen dan FC Martigues sebelum akhirnya pensiun pada 1992 di usia 28 tahun.

Karier Rudi Garcia berlanjut ke dunia kepelatihan. Ia memulai kariernya sebagai pelatih tim junior AS Corbeil-Essonnes pada 1994. Lalu berlanjut sebagai juru taktik Saint-Étienne, Dijon, hingga Le Mans.

Baca juga: Profil Vincenzo Montella, Pelatih Timnas Turki di Piala Dunia 2026, Sosok Bersejarah di Roma

Sosok Rudi Garcia sebagai pelatih mulai dikenal banyak orang ketika menangani LOSC Lille pada 2008.

Bersama LOSC Lille, Rudi Garcia mempersembahkan gelar Ligue 1 dan Coupe de France musim 2010/2011.

Kesuksesannya bersama LOSC Lille membawa Rudi Garcia dipinang AS Roma pada 2013.

Lalu pada 2016, Rudi Garcia kembali ke Prancis. Ia melatih Marseille hingga Olympique Lyon.

Kemudian pada Juni 2022, Rudi Garcia resmi ditunjuk sebagai pelatih klub Arab Saudi, Al Nassr.

Kerja sama antara Rudi Garcia dengan Al Nassr berakhir pada pertengahan April 2023.

Rudi Garcia lalu kembali ke Eropa dan sempat melatih klub raksasa Italia, Napoli, pada Juni 2023.

Namun kariernya di Napoli sangat singkat. Rudi Garcia dipecat pada November 2023.

Kritik Cristiano Ronaldo

Saat masih menangani Al Nassr, Rudi Garcia sempat menuai sorotan lantaran keberaniannya mengkritik Cristiano Ronaldo alias CR7.

Rudi Garcia melontarkan kritik kepada Ronaldo setelah Al Nassr kalah dari 1-3 Al Ittihad di babak semifinal Piala Super Arab Saudi 2023 lalu.

Dalam konferensi pasca-laga, Rudi Garcia mengatakan jika Ronaldo tampil tidak maksimal. 

Kegagalan Ronaldo mencetak gol melalui peluang emas pada babak pertama dinilai membuat alur pertandingan berubah.

"Salah satu hal yang mengubah jalannya pertandingan adalah hilangnya peluang Cristiano di babak pertama," kata Garcia, dikutip dari Mirror.co.uk Januari 2023 lalu.

"Saya mengucapkan selamat kepada Al-Ittihad. Mereka menampilkan babak pertama yang jauh lebih baik dari kami, dan kami memainkan babak kedua dengan baik, tetapi sayangnya kami tidak dapat mengubah hasil."

"Memang benar kami menyesal kehilangan Piala Super, tetapi kami masih yang pertama di liga," tambah Rudi Garcia.

Lebih lanjut, pemecatan Rudi Garcia dari kursi kepala pelatih Al Nassr dikabarkan ada kaitannya dengan hubungan tidak baiknya dengan sang bintang Timnas Portugal itu.

Terlepas dari hal itu, Rudi Garcia kini menatap perjalanan barunya bersama Timnas Belgia di Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. 

Perjalanan Rudi Garcia bersama Timnas Belgia di Piala Dunia 2026 bakal dimulai dari Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru.

Jadwal Timnas Belgia di Piala Dunia 2026

Selasa, 16 Juni 2026, pukul 02.00 WIB (Stadion Seattle, Amerika Serikat)
Belgia vs Mesir

Senin, 22 Juni 2026, pukul 02.00 WIB (Stadion Los Angeles, Amerika Serikat)
Belgia vs Iran

Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 10.00 WIB (Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat)
Selandia Baru vs Belgia

 (Tribunnews.com/Isnaini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.