Pertama, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan jumlah bantuan sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk Idul Adha 2026 tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumbar, Hilman, mengatakan total sapi kurban bantuan presiden untuk Sumbar berjumlah 20 ekor.
Kedua, embarkasi Padang kembali memberangkatkan ratusan jemaah ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Hingga keberangkatan Kloter 10, total sebanyak 3.913 jemaah dan petugas telah terbang menuju Arab Saudi menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Ketiga, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus memacu penyelesaian infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan.
Salah satu fokus utama adalah kelanjutan pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, yang diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi komoditas perkebunan warga.
Baca selengkapnya berikut ini:
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan jumlah bantuan sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk Idul Adha 2026 tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumbar, Hilman, mengatakan total sapi kurban bantuan presiden untuk Sumbar berjumlah 20 ekor.
“Untuk Sumatera Barat, kita punya 19 kabupaten dan kota. Masing-masing mendapatkan satu ekor, ditambah satu ekor untuk provinsi. Jadi totalnya 20 ekor,” ujar Hilman saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Disnakkeswan Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah sapi tahun ini sama dengan tahun lalu,” katanya.
Terkait kriteria, Hilman menjelaskan jenis sapi kurban bantuan presiden cukup beragam, tergantung ketersediaan di masing-masing daerah.
Baca juga: Harga Minyakita di Pasar Raya Padang Stabil, Pedagang Tak Berani Naikkan Harga Karena Takut Komplain
“Bisa peranakan ongole, limosin, simental, brahman, angus, bali, aceh, pesisir, hingga sapi lokal lainnya. Itu tergantung kabupaten dan kota yang menyediakan,” ujarnya.
Selain jenis, sapi yang dipilih juga harus memenuhi syarat umur minimal dua tahun, yang ditandai dengan pergantian gigi.
"Ciri sapi sudah dua tahun itu bisa dilihat dari giginya, sudah berganti dua pasang. Selain itu harus jantan dan tidak dikebiri,” jelasnya.
Untuk bobot, Kementerian Pertanian menetapkan berat ideal sapi kurban bantuan presiden minimal mencapai 1 ton atau 1.000 kilogram.
Namun, jika tidak memungkinkan, bobot minimal masih ditoleransi di atas 800 kilogram.
Baca juga: Pemkab Dharmasraya Percepat Pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Sikabau
“Kalau tidak sampai satu ton, bisa digabung dua ekor sapi dengan total bobot di atas satu ton, asalkan tidak terlalu jauh perbedaan beratnya,” kata Hilman.
Ia menambahkan, penyaluran sapi kurban akan dilakukan di masing-masing kabupaten dan kota, sesuai arahan Sekretariat Presiden.
“Sapi dipotong di daerah masing-masing, di masjid yang ditunjuk, terutama yang tahun lalu belum menerima bantuan presiden. Sementara untuk tingkat provinsi di Masjid Raya,” ujarnya.
Dalam hal pengawasan, Disnakkeswan Sumbar bekerja sama dengan petugas di kabupaten kota untuk memastikan kondisi hewan sesuai standar.
“Setiap sapi wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Itu menjamin sapi dalam kondisi sehat dan bebas penyakit,” katanya.
Baca juga: Semen Padang FC Turunkan Harga Tiket Laga Kandang, Tribun Timur Jadi Rp 20 Ribu, Cek Rinciannya
Hilman menegaskan, selain sehat, sapi kurban juga harus tidak cacat serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis sebelum disalurkan.
“Koordinasi terus kita lakukan dengan kabupaten dan kota, karena mereka yang mengetahui kriteria di lapangan. Yang jelas harus sehat, cukup umur, tidak cacat, dan memiliki SKKH,” tutupnya.
Embarkasi Padang kembali memberangkatkan ratusan jemaah ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Hingga keberangkatan Kloter 10, total sebanyak 3.913 jemaah dan petugas telah terbang menuju Arab Saudi menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Sebanyak 393 jemaah yang tergabung dalam Kloter 10 asal Pasaman dan Pasaman Barat memulai perjalanan ibadah haji 2026 pada Senin (4/5/2026) malam.
Kakanwil Kemenhaj, M. Rifki menjelaskan bahwa dalam rombongan ini terdapat 90 jemaah lanjut usia (lansia) yang mendapatkan pengawalan khusus.
"Jemaah tertua Animar Alwi Ahmad berusia 84 tahun dan jemaah termuda Muhammad Yazid Jaerza sebagai termuda berusia 17 tahun keduanya berasal dari Pasaman Barat," ujar Rifki dicuplik laman resmi.
M. Rifki menjelaskan, 393 jemaah kloter 10 ini berasal dari Kabupaten Pasaman Barat 194 orang dan Pasaman 193 orang didampingi 4 perugas kloter dan 2 Petugas Haji Daerah. Tercatat 90 orang jemaah lanjut usia.
Baca juga: 3,06 Juta Orang di Sumbar Sudah Bekerja, BPS Ungkap Sektor Informal Masih Mendominasi
Rifki menegaskan, penyelenggaraan haji tahun ini terus mengedepankan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan melalui skema One Stop Service (OSS).
“Sejak tiba di asrama, jemaah langsung dilayani secara terpadu. Petugas yang mendatangi jemaah, bukan sebaliknya,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam kelancaran proses pemberangkatan, termasuk pengawasan dari Ombudsman.
Di tengah proses pemberangkatan, Rifki juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya dua jemaah haji Embarkasi Padang di Madinah.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua jemaah kita. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Baca juga: Sapi Kurban Bantuan Presiden di Sumbar Wajib Jantan dan Tak Dikebiri, Simak Kriteria Lengkapnya
Dua jemaah tersebut yakni Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu yang wafat pada 29 April 2026, serta Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi yang wafat pada 2 Mei 2026. Keduanya dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.
Rifki mengimbau jemaah lainnya untuk menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci dan tidak memaksakan aktivitas di luar kemampuan fisik.
“Fokus beribadah, jaga kondisi tubuh, dan kurangi aktivitas yang tidak mendesak,” pesannya.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat turut mengapresiasi pelayanan di Embarkasi Padang. Menurutnya, layanan yang diberikan kepada jemaah merupakan praktik baik dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
“Pelayanan yang diberikan cepat, terukur, dan berpihak pada kebutuhan jemaah, terutama lansia,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Embarkasi Padang tahun 2026 melayani 5.402 jemaah, terdiri dari 3.992 jemaah asal Sumatera Barat, 1.354 jemaah asal Bengkulu, serta 56 petugas kloter.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus memacu penyelesaian infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan.
Salah satu fokus utama adalah kelanjutan pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, yang diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi komoditas perkebunan warga.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meninjau langsung lokasi proyek tersebut pada Senin (4/5/2026).
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan pengerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan.
Dalam peninjauan tersebut, Annisa menekankan pentingnya aspek keamanan struktur jembatan. Menurut dia, infrastruktur yang dibangun dengan dana publik harus memiliki daya tahan jangka panjang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh lintas generasi.
Baca juga: Bupati Annisa Suci Ramadhani Lepas 83 Jemaah Haji Dharmasraya, Titip Doa untuk Kemajuan Daerah
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp489 juta pada tahun anggaran ini.
Dana tersebut dikhususkan untuk pekerjaan lanjutan yang bersifat krusial bagi ketahanan jembatan.
Fokus utama pekerjaan saat ini adalah pemasangan batu bronjong pada area sekitar fondasi. Langkah ini diambil sebagai respons teknis terhadap karakteristik Sungai Batang Mimpi yang kerap mengalami peningkatan debit air secara signifikan saat curah hujan tinggi di hulu.
Pemasangan bronjong berfungsi sebagai dinding penahan tanah yang fleksibel namun kuat.
Struktur ini diharapkan mampu meredam energi gerusan arus sungai (erosi lateral) yang berpotensi melemahkan integritas fondasi utama jembatan jika dibiarkan tanpa pengamanan.
Baca juga: Semen Padang FC Turunkan Harga Tiket Laga Kandang, Tribun Timur Jadi Rp 20 Ribu, Cek Rinciannya
"Pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam merespons aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan akses produksi tetap lancar dan, yang paling penting, aman untuk dilewati," ujar Annisa di sela-sela peninjauannya.
Kehadiran jembatan ini dinilai sangat strategis mengingat posisinya yang menghubungkan area permukiman dengan kawasan perkebunan rakyat.
Selama ini, kendala logistik sering kali menjadi hambatan bagi petani dalam memasarkan hasil bumi mereka ke pusat pengolahan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Anggota DPRD Dharmasraya Teddy Wallian dan Kepala Dinas PUPR Zakirman. Kehadiran legislatif dan eksekutif secara bersamaan menunjukkan adanya keselarasan visi dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Baca juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Didominasi Hujan Ringan Hari Ini, Suhu Capai 30 Derajat
Kepala Dinas PUPR Dharmasraya, Zakirman, menjelaskan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan selama proses pengerjaan bronjong. Pihaknya berupaya agar kualitas material dan kerapian pemasangan sesuai dengan standar teknis pekerjaan air.
Apresiasi juga datang dari pemangku adat setempat. Tokoh masyarakat Nagari Sikabau, Herianto , menyatakan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat petani.
"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati yang telah merealisasikan aspirasi ini. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi perekonomian bagi kami," kata Herianto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat di kawasan tersebut bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit dan karet.
Keberadaan jembatan yang representatif akan memangkas biaya angkut dan waktu tempuh distribusi hasil panen dari lahan menuju pasar.
Pemerintah daerah berharap, dengan rampungnya penguatan fondasi ini, mobilitas warga tidak lagi terkendala oleh faktor cuaca atau kondisi jalan yang labil.
Kelancaran arus barang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian lokal dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nagari Sikabau. (*)