Tokoh Pejuang Sitaro Djon Ponto Janis Tutup Usia 60 Tahun, Dikenang Sebagai Pemimpin Merakyat
Gryfid Talumedun May 06, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO — Kabar duka menyelimuti dunia politik Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). 

Djon Ponto Janis, SH, Sosok politisi senior dan Ketua DPRD Sitaro, meninggal dunia dalam usia 60 tahun.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Selasa malam.

Almarhum sempat menjalani perawatan medis sejak 29 April 2026 di RSU Lapangan Sawang, sebelum dirujuk ke RSUD Prof Kandou Manado. 

Baca juga: Breaking News: Suami Bupati Sitaro Reinol Tumbio Kembali Datangi Kantor Kejati Sulut

Ia meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, serta cucu yang turut berduka atas kepergiannya.

Semasa hidupnya, Djon Ponto Janis dikenal sebagai figur penting di kancah politik daerah.

Ia merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan telah mengabdikan diri sebagai Ketua DPRD Sitaro selama dua periode.

Terakhir, ia kembali dipercaya memimpin lembaga legislatif untuk periode 2024–2029 setelah terpilih dari Daerah Pemilihan Sitaro 2.

Nizem Alfa Wengen, mengenang almarhum sebagai sosok yang luar biasa dan dekat dengan semua kalangan.

“Ya, sosok Djon Ponto Janis ini, dia orang yang luar biasa. Dia tokoh pejuang di Kabupaten Sitaro. Sosok yang bersahaja, sangat dekat dengan masyarakat, dan terbuka dengan siapa saja,” ungkap Wengen.

Menurutnya, almarhum tidak hanya berperan besar di pemerintahan dan DPRD, tetapi juga menjadi figur panutan di tengah masyarakat.

“Baik di pemerintahan, di DPRD, maupun di tengah masyarakat, beliau sangat dekat dengan semua orang. Di partai, beliau bisa dikatakan sebagai ‘guru politik’, karena termasuk tokoh yang dituakan di PDI Perjuangan,” tambahnya.

Wengen juga menyoroti perjalanan panjang almarhum di dunia politik, yang dinilai penuh dedikasi dan kepemimpinan.

“Beliau adalah senior di partai, pernah menjabat sebagai wakil ketua, hingga menjadi bendahara DPC. Bahkan sempat menggantikan almarhum Gipton Tamodia sebagai anggota DPRD,” jelasnya.

Lebih dari sekadar rekan politik, almarhum juga dianggap sebagai sosok orang tua oleh banyak pihak.

“Kami sudah menganggap beliau sebagai orang tua. Untuk keluarga yang ditinggalkan, mudah-mudahan Mama Ci, Koko, dan seluruh keluarga diberikan penghiburan oleh Tuhan, serta kekuatan dalam menghadapi kehilangan seorang ayah, suami, dan opa bagi cucu-cucunya,” tutup Wengen.

Kepergian Djon Ponto Janis meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Sitaro yang mengenalnya sebagai pemimpin sederhana, bersahaja, dan selalu hadir di tengah rakyat.

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.