Pertama ada kasus dokter di Palembang yang baru tahu kebohongan suaminya setelah empat tahun menikah, dan berujung laporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan identitas.
Kedua Pondok Pesantren Minhajut Tholibin di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang terancam dieksekusi pengadilan setelah ganti kepemilikan, padahal tak pernah dijual.
Terakhir tentang Iran yang melakukan serangan rudal dan drone ke Uni Emirat Arab.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Viral Terpopuler: Korban Tabrakan Kereta Minta Rp 100 M ke PT KAI hingga Presensi Ilegal ASN Brebes
Seorang dokter di Palembang kaget mengetahui kebohongan suaminya setelah empat tahun menikah.
Dokter P (37) baru tahu suaminya punya 2 anak dan banyak KTP.
Bahtera pernikahan mereka pun berakhir di kantor polisi.
P memutuskan untuk melaporkan suaminya, AH ke SPKT Polrestabes Palembang atas dugaan pemalsuan identitas.
Dikutip dari Sripoku, kebohongan AH terbongkar usai keributan rumah tangga yang terjadi pasca-Lebaran 2024.
AH diduga kuat menggunakan data palsu untuk menutupi status perkawinannya terdahulu demi bisa menikahi sang dokter pada 2022 silam.
Selama empat tahun berumah tangga, P mengaku tidak menaruh curiga sedikit pun.
Namun, rahasia kelam suaminya mulai terkuak saat keduanya terlibat pertengkaran setelah momen Idulfitri lalu.
P menemukan fakta mengejutkan bahwa suaminya memiliki identitas ganda.
"KTP yang diberikan kepada saya sebagai syarat untuk menikah tertulis lajang. Akan tetapi, kemarin saya temukan ada KTP lain dengan alamat yang berbeda. Ternyata dia punya banyak KTP," ungkap P saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Palembang, Senin (4/5/2026).
BACA SELENGKAPNYA >>>
Sebuah pondok pesantren atau ponpes akan dieksekusi pengadilan dan diketahui telah berganti kepemilikan.
Hal ini membuat pihak pengasuh ponpes kaget.
Ponpes yang dimaksud adalah Pondok Pesantren Minhajut Tholibin yang berlokasi di Dusun Jurangkah, Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Pihak keluarga pengasuh pondok mengaku tidak pernah menjual maupun mengalihkan hak atas tanah tersebut, sehingga memunculkan dugaan adanya kejanggalan dalam proses peralihan.
Ponpes ini telah berdiri sejak 1997 dan menjadi tempat kegiatan pendidikan keagamaan bagi masyarakat sekitar.
Nyai Siti Shofiatun, istri pengasuh pondok, Kyai H.R. Agus Mutholib mengatakan, keluarga baru mengetahui adanya perubahan kepemilikan sertifikat setelah menerima surat rencana eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Purworejo pada April 2026.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Iran melakukan serangan rudal dan drone ke Uni Emirat Arab.
Terkait hal ini, Israel diam-diam bantu UEA dari serangan Iran.
Dilansir dari Tribunnews, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sistem pertahanan udaranya telah “menghadapi” 19 rudal dan drone yang diluncurkan Iran pada Senin (4/5/2026).
Serangan tersebut disebut terdiri dari rudal balistik, rudal jelajah, dan kendaraan udara tanpa awak (UAV).
Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataannya mengatakan, “pertahanan udara UEA menghadapi 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 UAV yang diluncurkan dari Iran, yang mengakibatkan 3 luka sedang.”
Namun, belum ada penjelasan rinci mengenai jumlah proyektil yang berhasil dihancurkan.
Sebelumnya, otoritas di Fujairah melaporkan serangan drone ke fasilitas pelabuhan minyak yang memicu kebakaran dan menyebabkan tiga warga negara India mengalami luka-luka.
Sumber yang dikutip CNN menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel digunakan untuk membantu mencegat proyektil di wilayah udara UEA.
CNN telah meminta tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri UEA terkait laporan tersebut.
BACA SELENGKAPNYA >>>