Pilu Kondisi Korban Daycare Little Aresha, 17 Anak Masalah Gizi, 13 Hiperaktif Autism Speech Delay
Angel aginta sembiring May 06, 2026 09:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Pilu kondisi korban Daycare Little Aresha, Yogyakarta.

Adapun anak-anak korban penelantaran dan kekerasan di Daycare Little Aresha mengalami banyak masalah.

Berdasarkan hasil asesmen awal yang dilakukan terhadap 131 anak, ditemukan belasan korban yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan.

Di antaranya tumbuh kembang, mulai dari masalah gizi hingga keterlambatan bicara (speech delay).

Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menuturkan telah menerjunkan tim gabungan dari enam Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. 

Hasilnya, ditemukan fakta yang cukup memprihatinkan terkait kondisi fisik dan psikis para anak yang jadi korban dugaan kekerasan dan penelantaran tersebut.

"Kemarin yang masalah gizi itu ada 17 anak. Lalu yang terkait gangguan perkembangan ada 13 anak," ujarnya.

​Emma merinci, 13 anak yang mengalami gangguan perkembangan tersebut menunjukkan berbagai gejala.

Baca juga: Daftar 7 Pejabat Sumut Diperiksa KPK, Incar Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Topan Cs

Mulai dari hiperaktif, kecenderungan ADHD dan autism, hingga keterlambatan bicara.

Meski demikian, ia menekankan, bahwa hasil tersebut masih bersifat diagnosis sementara dan memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan mendalam.

​"Itu baru diagnosis sementara, harus diverifikasi lagi. Ada yang speech delay atau keterlambatan bicara itu tiga anak. Kemudian, ada yang kecenderungan ADHD dan autism. Nanti akan diperiksa lagi secara detail," jelasnya.

Untuk menangani temuan tersebut, Dinkes Kota Yogyakarta sudah menginstruksikan Puskesmas di wilayah tempat tinggal masing-masing korban untuk melakukan pendampingan intensif.

​Setiap Puskesmas mengerahkan tim yang terdiri dari dokter, bidan, nutrisionis atau ahli gizi, dan psikolog klinis.

Baca juga: Cuaca Medan Hari Ini 6 Mei 2026, Madina Masih Berpotensi Hujan


Kemudian, bagi anak yang mengalami masalah gizi seperti berat badan kurang atau anemia, ditempuh langkah Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

​"Kalau yang masalah gizi, nanti dikembalikan ke Puskesmas wilayah masing-masing untuk didampingi nutrisionis. Jika berat badannya kurang, nanti diberikan PMT," urai Emma. 

Adapun sebelumnya kekejaman dan penganiayaan yang dilakukan di Daycare Little Aresha dibongkar mantan karyawan.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengungkap bahwa penggerebekan daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta berawal dari laporan seorang mantan karyawan.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak itu mencuat setelah karyawan tersebut mulai merasakan adanya kejanggalan dalam pola pengasuhan di tempat penitipan tersebut.

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,” kata dia saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).

Kecurigaan tersebut membuat karyawan itu akhirnya memilih untuk keluar dari pekerjaannya karena tidak lagi merasa nyaman dengan situasi di tempat tersebut.

“Tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya juga mungkin kan.

Baca juga: Gol Bukayo Saka Singkirkan Atletico Madrid, Arsenal ke Final Liga Champions

Ditelantarkan, akhirnya dia merasa tidak sesuai hati nurani minta resign,” ujar Pandia.

Namun setelah mengundurkan diri, karyawan itu mengalami masalah lain karena ijazah miliknya diduga masih ditahan oleh pihak daycare.

“Ijazahnya ditahan sama pemilik sehingga dia melaporlah ke kita.

Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung ditindaklanjuti,” bebernya.

Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan penelusuran dan menindaklanjuti informasi yang diterima.

Saat dipantau di lokasi pada Sabtu siang, bangunan daycare terlihat sudah tutup dan dipasangi garis polisi oleh petugas.

Dari informasi spanduk di depan lokasi, daycare itu diketahui menerima penitipan anak dengan rentang usia mulai 2 bulan hingga 8 tahun.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.