TRIBUN-MEDAN.com - Arsenal akhirnya lolos final Liga Champions kembali setelah melewati 240 bulan purnama.
Arsenal memastikan lolos usai mengalahkan Atletico Madrid 1-0 dalam leg kedua semifinal di kandang sendiri, Emirates Stadium, Selasa (5/5/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Gol tunggal dari Bukayo Saka mengantarkan Arsenal ke final dengan mengantongi agregat 2-1.
Si bintang timnas Inggris mencetak gol penentu kemenangan usai menyambar bola rebound di mulut gawang.
"Ini sangat indah," ucap Saka.
"Anda bisa melihat apa artinya bagi kami, apa artinya bagi para penggemar."
"Kami semua sangat bahagia," pungkas dia.
Baca juga: Donald Trump akan Temui Xi Jinping Pertengahan Mei 2026, Konflik AS dan Iran Jadi Topik Pembahasan
Sudah sangat lama Arsenal tidak menapaki panggung final Liga Champions.
Kali terakhir The Gunners merasakannya adalah pada 2006 atau 20 tahun lalu.
Kala itu, Arsenal gagal jadi juara akibat dikalahkan Barcelona.
Selama penantian panjang dua dekade, mereka telah melewati 240 bulan purnama untuk bisa kembali ke partai pemungkas di kompetisi tertinggi klub Eropa.
Sekadar informasi, bulan purnama muncul 12 kali dalam setahun.
Satu slot terakhir diperebutkan oleh Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain.
Baca juga: Terungkap Identitas Perwira AKBP tak Mau Ditegur Merokok saat Nyetir Mobil, Penjelasan Polda
Bentrokan kedua kubu dijadwalkan berlangsung pada Rabu (6/5/2026).
Apakah Arsenal bisa membayar kegagalan 20 tahun silam? Menarik untuk dinantikan.
Arteta Girang Kali
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memuji atmosfer yang tercipta di Emirates sebagai pendorong utamanya.
Para penggemar benar-benar memberikan nuansa luar biasa selama pertandingan berlangsung.
Baca juga: Gol Bukayo Saka Singkirkan Atletico Madrid, Arsenal ke Final Liga Champions
Dukungan tak pernah henti dari tribune mereka sendiri membuat para pemain semakin terpacu.
"Ini benar-benar malam yang luar biasa," kata Arteta dikutip dari Independent.
"Kami membuat sejarah lagi bersama-sama. Saya tidak bisa lebih bangga lagi dengan para pemain dan semua yang terlibat di klub ini."
"Sambutan yang kami dapatkan di laga ini benar-benar spesial. Atmosfer yang dibuat para penggemar, energinya, mereka benar-benar mengikuti kami sepanjang laga. Saya tidak pernah merasakan itu di stadion mana pun."
"Kami tahu betapa berartinya ini bagi semua orang, kami berkorban besar di sini. Para pemain melakukan pekerjaan yang luar biasa."
"Setelah 20 tahun, dan untuk kedua kalinya dalam sejarah tim ini, kami berada di final Liga Champions Eropa," paparnya.
(Tribun-Medan.com)