Kisah Lansia Jepara Nekat Ambil Bayi yang Mengambang di Drainase, Beri Nama Slamet Mukali
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Penemuan bayi dalam kondisi sudah meninggal terjadi di Jepara. Jasad bayi mengambang di Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) II, Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Selasa (5/5/2026).
Bayi sempat dibiarkan begitu saja karena warga tak ada yang berani mengambilnya.
Adalah sosok lansia bernama Muzaenah (72), yang tinggal tak jauh dari lokasi yang berinisiatif.
Dia yang saat itu berada di rumah segera berlari menuju lokasi penemuan jasad bayi sekiranya pukul 13.00 WIB.
Baca juga: Kronologi Dokter Baru Sadar Kena Tipu Suami Setelah 4 Tahun Menikah, Kaget Temukan KTP Asli
Muzaenah datang dengan perasaan tak karuan setelah mendengar sosok bayi dalam keadaan lengkap dengan tali pusar yang masih menempel, ditemukan meninggal mengambang di sungai.
Meski diperingatkan beberapa warga agar tidak mengambilnya dengan alasan hukum, dia pun tak menghiraukan peringatan tersebut.
Kedua kakinya langsung menceburkan diri ke parit-parit sungai sedalam kurang lebih 50 sentimeter.
Kedua tangannya mengangkat jasad bayi tersebut dengan penuh harap.
"Banyak yang bilang, mbah jangan diambil, nanti berurusan sama polisi. Saya bilang enggak papa kalau saya harus berurusan dengan polisi, enggak mungkin bayi itu dibiarkan begitu saja," terangnya.
Setelah berhasil mengangkat jasad bayi dari sungai, Muzaenah lantas membungkusnya dengan kain dan dimasukkan ke dalam kardus.
Kemudian jasad bayi tanpa identitas itu diserahkan ke petugas medis dan kepolisian.
Selanjutnya dibawa ke RSUD RA Kartini Jepara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Bocah yang Sedang Main Layang-layang Temukan Jasad Bayi di Jepara, Masih Lengkap Dengan Ari-ari
Sikap kepedulian tinggi yang diperlihatkan Muzaenah tak berhenti di situ.
Dia merasa iba dan kasihan jika bayi tersebut tanpa nama karena sudah lahir ke dunia.
Terlepas dari siapa sosok orangtuanya, Muzaenah lantas memberi nama bayi tersebut dengan sebutan Slamet Mukali.
Slamet berarti ditemukan dalam keadaan utuh tanpa kurang apapun meski sudah meninggal, mukali bermakna ditemu ning kali (ditemukan di sungai).
Bahkan Muzaenah juga menyiapkan beberapa nasi selamatan di atas piring sebagai bagian dari tradisi memberikan nama anak.
Nasi lengkap dengan lauk disajikan di atas beberapa piring yang sudah disiapkan.
Selanjutnya dipanjatkan doa-doa oleh tokoh agama sekitar dengan memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan atas pemberian nama pada anak.
Nasi selamatan tersebut kemudian dibagikan kepada tetangga-tetanganya, sekaligus mengabarkan bahwa jasad bayi yang ditemukan di sungai sudah punya nama Slamet Mukali.
"Saya pikir biar dinamakan, ada namanya. Kasihan kalau tidak punya nama," ujar dia.
Perilaku Muzaenah menegaskan betapa mulianya dalam bersikap dan mengambil sikap atas apa yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Dia mencontohkan bahwa sikap kepedulian kepada sesama di atas segalanya. Sekalipun berkaitan dengan orang yang tidak dikenal.
Penemuan jasad bayi tersebut saat ini dalam penanganan Satreskrim Polres Jepara.
Bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh anak-anak yang sedang bermain layang-layang di dekat sungai, Selasa (5/5/2026) sekiranya pukul 13.00 WIB.
Kemudian disampaikan kepada masyarakat sekitar untuk memastikan apakah memang benar jasad bayi.
Bayi ditemukan dalam keadaan meninggal dengan kondisi telungkup mengambang di genangan air sungai.
Jasadnya masih lengkap dengan ari-ari yang masih terhubung dengan pusar. Layaknya bayi baru saja dilahirkan.
Masyarakat sekitar yang mengetahui penemuan itu tak berani mengambil tindakan, hanya sebatas melihat dari pinggiran sungai.
Hingga akhirnya, seorang lansia bernama Muzaenah (72) yang tinggal tak jauh dari lokasi penemuan, datang menceburkan diri ke sungai dan mengangkat jasad bayi tersebut.
"Awalnya pada enggak berani, saya lihat ini bayi atau anakan hewan. Tapi kok ada tangan dan kakinya. Saya langsung turun ke sungai, dan benar bayi laki-laki," terangnya saat ditemui di kediamannya di RT 1 RW 1 desa setempat.
Muzaenah menyebut bahwa bayi itu pada awalnya terlihat mengambang di sungai bagian tengah. Kemudian terbawa ombak hingga ke pinggir sungai.
Kondisi bayi tanpa alas apapun dan tanpa penutup tubuh. Hanya terlihat badan bayi telungkup mengambang di sungai.
Setelah jasad bayi itu diangkat dari sungai, lantas dievakuasi ke daratan, dibungkus dengan kais dan dimasukkan ke kardus.
Muzaenah memperkirakan bahwa bayi tersebut belum lama dilahirkan dengan berat badan setelah ditimbang mencapai 2,5 kilogram.
Kondisi perut bayi saat ditemukan berwarna biru, sedangkan punggungnya putih kemerah-merahan.
Selain itu, Muzaenah juga menyebutkan bahwa tubuh bayi masih dalam keadaan lemas, artinya belum kaku. Dimungkinkan bayi tersebut belum lama meninggal.
Dia pun kemudian menyerahkan jasad bayi itu kepada petugas medis dan kepolisian setempat.
Selanjutnya jasad bayi dibawa ke RSUD RA Kartini Jepara untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela menegaskan bahwa saat ini kasus penemuan jasad bayi di Kedungmalang masih dalam penyelidikan.
Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab kematian bayi lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan oleh tenaga medis. (Sam)