Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Sekelompok siswa sedang duduk melingkar sambil melantunkan ayat demi ayat surat An-Naba’ di perpustakaan SD Quran Darul Fattah yang beralamat di Panglima Polim, Bandar Lampung pada Rabu (6/5/2026).
Mereka adalah siswa dan siswi SD Quran Darul Fattah yang memiliki prestasi membanggakan di bidang menghafalkan Al-quran.
Salah satu dari ketujuh siswa tersebut adalah Nadzira Ayundhia Rafiqah (7) siswi kelas dua sekolah dasar tersebut berhasil menunjukkan capaian luar biasa dengan menghafal 3 juz Al-Qur’an di usia yang masih sangat belia.
Selain menghafalkan Al-quran, dirinya juga menjuarai beberapa perlombaan seperti:
1. Santri Terbaik Dauroh Qur'an Ramadhan Ma'had Darul Hikmah Litahfizil Qur'an 2025.
2. Santri Terbaik Tahfidz Dauroh Tahsin dan Tahfizh Liburan Sekolah 2025.
3. Juara 3 MHQ Tingkat SD Pesona Al firdaus Se-provinsi Lampung pada 9-10 Februari 2026.
Saat diwawancarai, Nadzira dengan malu-malu menceritakan awal perjalanannya dalam menghafal Al-Qur’an.
Ia mulai menghafal Al-quran sejak dirinya Paud di sekitar usia 3 hingga 4 tahun dengan bimbingan guru sekolahnya.
“Saya mulai menghafal Al-quran sejak Paud, mulai menghafal surat-surat pendek di sekolah,” jelasnya Rabu (6/5/2026).
Meski masih sangat belia, ia mengaku bahwa menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang sulit.
“Menghafal Al-quran tidak susah, hanya perlu membacanya berulang, pasti mudah,” ujarnya.
Saat ini, Nadzira telah menghafal 3 juz, yaitu juz 30,29 dan 28 dan menjadi salah satu siswa terbaik di sekolahnya dalam bidang tahfidz.
Bahkan, ia termasuk siswa yang melampaui target pembelajaran untuk usianya yang masih sangat belia.
Di bawah bimbingan guru Mukhlis Zainurrahman serta tim pengajar Al-Qur’an, Nadzira menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan program tahfidz yang diterapkan di sekolah tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sistem pembelajaran yang diterapkan di SD Darul Fattah.
Menurut Muthi Zainul Rahman selaku menegement di bidang Al-Qur’an SD Quran Darul Fattah mengatakan bahwa sekolah memiliki program pembelajaran Al-Quran yang terstruktur mulai dari harian, bulanan, hingga semester.
“Setiap hari siswa mengikuti pembelajaran Al-Qur’an, baik tahsin (perbaikan bacaan) maupun tahfidz (hafalan). Untuk kelas 1 dan 2, fokus utama kami adalah memperbaiki bacaan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan hafalan,” jelasnya.
Program ini dilaksanakan setiap hari dalam jam pelajaran, biasanya pada sesi awal. Metode yang digunakan adalah metode talqin (mencontoh dan mengikuti), di mana guru membaca dan siswa menirukan.
“SD Quran Darul Fattah menetapkan target hafalan yang realistis sesuai usia siswa dan kelasnya, seperti Kelas 1 minimal ¼ juz dan Kelas 2 minimal ½ juz dalam setahun pembelajaran,” tuturnya.
Namun, beberapa siswa mampu melampaui target tersebut. Bahkan, saat ini:
Ada 5 siswa yang telah menyelesaikan Juz 30 dan 1 siswa yaitu Nadzira telah menyelesaikan Juz 30 dan 29.
“Untuk capaian tertinggi, ada siswa yang bisa sampai 3 hingga 4 juz,” ungkap Muthi.
Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak usia dini tentu memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah menjaga fokus dan minat belajar anak.
Menurut Muthi tantangan utama dalam mengajarkan Al-quran ke anak usia dini adalah karakter anak yang mudah sekali bosan.
“Tantangannya bukan pada materi, tetapi bagaimana membuat anak siap belajar dan memahami dengan bahasa yang sederhana,” ujar Muthi.
Untuk mengatasi hal tersebut, para guru dituntut kreatif dengan menghadirkan metode belajar yang menyenangkan, seperti permainan edukatif dan interaksi langsung.
Ia juga menekankan bahwa pembelajaran Al-Qur’an sebaiknya dimulai sejak usia dini. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan menuntut ilmu sejak kecil.
“Belajar di usia dini itu seperti mengukir di atas batu, akan membekas kuat. Maka selama anak sudah bisa belajar, kami dorong untuk mulai mengenal dan menghafal Al-Qur’an,” jelasnya.
Jadi ia berpesan untuk sedini mungkin mengajarkan Al-quran kepada anak, saat hafalan anak usia dini juga dinilai lebih cepat dibandingkan usia matang.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)