Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Proses hukum kasus penganiayaan berat terhadap siswi sekolah dasar di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara pada Minggu (3/5/2026) siang masih terus berlanjut.
Terduga pelaku, Sofyan (35) telah dikirim ke RSKJ untuk menjalani pemeriksaan.
Pelaku yang diduga ODGJ ini tega membacok Naura Nasya Fadillah (9), yang masih tetangganya hingga mengalami luka serius pada bagian leher dan juga pipi akibat sajam jenis celurit.
Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, menyampaikan bahwa proses hukum masih berlanjut. Bahkan penyidik saat ini masih melengkapi berkas perkara terhadap terduga pelaku.
"Proses berlanjut, kita terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi,"jelas Kasat kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Rabu (6/5/2026).
Saat ini tersangka telah dikirim ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) untuk menjalani observasi kondisi kejiwaannya.
"Tersangka dikirim ke RSKJ untuk pemeriksaan," kata Kasat.
Dimana langkah ini penting dilakukan untuk menentukan atau mengetahui apakah tersangka ini memiliki gangguan jiwa atau tidak.
Baca juga: Pemicu Pembacokan Bocah 9 Tahun di Lebong: Pelaku Emosi Ditolak Utang Rokok
Hasil dari observasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.
“Nanti hasilnya akan menjadi pertimbangan untuk proses selanjutnya,”ungkap Kasat.
Sebelumnya, dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diketahui masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik oleh penyidik.
“Kalau diajak ngobrol masih nyambung, tapi memang berdasarkan riwayatnya yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan,”jelas Kasat.
Kondisi ini membuat penyidik terus berkoordinasi dengan pihak medis guna memastikan kondisi psikologis pelaku secara menyeluruh.
Motif Diduga Karena Permintaan Rokok
Terkait motif, polisi menyebut tidak ditemukan latar belakang khusus yang kuat.
Namun dari keterangan sementara, pelaku diduga sempat meminta rokok kepada korban, namun tidak diberikan. Hal tersebut diduga memicu emosi pelaku hingga melakukan penyerangan.
“Untuk motif sementara tidak ada, pengakuannya karena pelaku meminta rokok namun tidak diberikan sehingga emosi,” ungkapnya.
Menurut keterangan keluarga, pelaku sebelumnya tidak pernah melakukan tindakan serupa. Namun, warga sekitar mengaku telah lama merasa khawatir terhadap perilaku pelaku.
“Kalau versi keluarga tidak meresahkan, tapi versi warga memang sudah khawatir sejak lama,” tambahnya.
Sementara itu, korban Naura Nasya Fadillah (9) masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban mengalami luka bacok di bagian leher dan pipi akibat serangan menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Meski mengalami luka serius, kondisi korban dilaporkan masih sadar dan terus dalam pengawasan tim medis.
Polisi Lengkapi Berkas Perkara
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku.
Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti.
Hasil observasi dari RSJ nantinya akan menjadi dasar penting dalam menentukan kelanjutan penanganan kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.