- Iran resmi menerapkan sistem baru untuk mengatur lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di jalur strategis tersebut setelah peluncuran inisiatif “Proyek Kebebasan” yang dipimpin Amerika Serikat.
Media pemerintah Press TV melaporkan bahwa mekanisme baru ini mewajibkan setiap kapal memperoleh izin terlebih dahulu sebelum melintasi selat.
Pesan tersebut berisi ketentuan dan aturan perjalanan yang harus dipatuhi oleh operator pelayaran.
Termasuk kewajiban menyesuaikan operasional serta mengamankan izin transit sejak awal.
Press TV menyebut kebijakan ini sebagai sistem regulasi berdaulat yang kini berlaku di Selat Hormuz.
Seorang sumber keamanan politik senior Iran menyatakan bahwa selat tersebut kini sepenuhnya berada di bawah kendali Teheran.
Pernyataan itu disampaikan setelah peluncuran “Proyek Kebebasan”, sebagai sinyal tegas kepada AS, mengutip dari Al Mayadeen (6/5).
Lebih lanjut, Iran menyatakan bahwa strategi pengamanan di Selat Hormuz dapat diperluas ke wilayah maritim lainnya apabila tindakan yang dianggap bermusuhan terus terjadi.
Sementara itu, laporan Bloomberg menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam lalu lintas kapal.
Ratusan kapal dilaporkan mulai menjauh dari Selat Hormuz dan berkumpul di perairan lepas pantai Dubai.
Pergerakan ini terjadi sebagai respons terhadap penerapan kontrol navigasi oleh Iran, sehingga Selat Hormuz dilaporkan relatif sepi karena kapal memilih rute alternatif.