Amerika Serikat Dorong Diplomasi Lebanon-Israel, Diminta Tahan Aksi Operasi Militer
bima berseri May 07, 2026 12:42 AM

- Pemerintah Amerika Serikat terus mendorong upaya mediasi antara Lebanon dan Israel di tengah situasi yang masih tegang. 

Laporan Al Arabiya pada (6/5) menyebut bahwa Washington juga meminta Israel untuk menahan diri.

Hal itu dimaksudkan untuk tidak melakukan aksi militer demi menjaga ruang bagi proses diplomasi tetap berjalan.

Sejumlah pejabat AS menyampaikan bahwa langkah tersebut tetap dilanjutkan meskipun Hizbullah dinilai berupaya mengganggu jalannya negosiasi. 

Kelompok itu disebut melakukan serangan terhadap Israel serta melontarkan ancaman di dalam wilayah Lebanon.

Pemerintahan Presiden Donald Trump diketahui telah memfasilitasi dua putaran perundingan langsung. 

Negosiasi tersebut melibatkan perwakilan Lebanon dan Israel di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Putaran ketiga pembicaraan diperkirakan akan segera digelar. 

“Kami telah meminta Israel untuk menahan diri dan memberikan ruang proses diplomatik ini karena kami pikir ada celah untuk menciptakan perubahan politik nyata di Lebanon, dan mereka terus melakukannya,” kata seorang pejabat AS kepada Al Arabiya English.

Presiden Lebanon disebut telah memberikan sinyal bahwa proses lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Langkah ini dinilai penting agar peluang terciptanya perubahan politik di Lebanon tetap terbuka.

Selain itu, pemerintah Lebanon juga didorong untuk segera merealisasikan rencana menjadikan Beirut sebagai zona bebas senjata.

Upaya ini dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas internal negara tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.