Herman Deru Temui Keluarga Korban Bus ALS di RS Bhayangkara, Proses Identifikasi Masih Berlangsung
Odi Aria May 07, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru meninjau langsung keluarga korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki PT Seleraya di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).

Kedatangan Herman Deru dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang masih menunggu proses identifikasi jenazah.

Dalam siaran langsung Tribun Sumsel, Herman Deru tampak menyambangi satu per satu keluarga korban di ruang tunggu rumah sakit.

Ia terlihat bersalaman, berbincang singkat, dan memberikan semangat kepada keluarga yang tengah berduka akibat kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tersebut.

Diketahui, kecelakaan lalu lintas ganda yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki PT Seleraya itu menewaskan 16 orang.

Sementara itu, pihak kepolisian meminta keluarga penumpang yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melakukan verifikasi data korban.

Langkah tersebut dilakukan setelah sebanyak 16 kantong jenazah tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang pada Kamis pagi usai dibawa menggunakan rombongan ambulans dari Lubuklinggau.

Rombongan ambulans yang menempuh perjalanan sekitar delapan jam itu tiba secara bertahap mulai pukul 05.10 WIB hingga 05.32 WIB dengan pengawalan kendaraan polisi lalu lintas.

Setibanya di rumah sakit, seluruh kantong jenazah langsung dibawa ke ruang pemeriksaan untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, AKBP dr Andrianto mengatakan pemeriksaan jenazah dilakukan bersama tim gabungan forensik dan DVI Polri.

FAKTA KECELAKAAN BUS ALS - Kolase. Sebanyak 16 kantong jenazah korban kecelakaan Bus ALS dan truk tangki tiba di RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polri.
FAKTA KECELAKAAN BUS ALS - Kolase. Sebanyak 16 kantong jenazah korban kecelakaan Bus ALS dan truk tangki tiba di RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polri. (Sripoku.com/handout/Rachmad Kurniawan Putra)

Baca juga: Lokasi Bus ALS Terbakar di Muratara Dikenal Rawan Kecelakaan, Kerap Makan Korban Jiwa

"Insyaallah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto.

Ia menjelaskan proses identifikasi melibatkan tujuh dokter forensik, termasuk lima dokter yang didatangkan dari Jakarta.

"Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi," katanya.

Menurut Andrianto, proses identifikasi diperkirakan memerlukan waktu beberapa hari karena sebagian besar korban mengalami luka bakar berat.

"Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban," tuturnya.

Pihak rumah sakit bersama kepolisian juga membuka posko DVI untuk membantu proses pendataan keluarga korban.

"Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.