WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan bantuan beasiswa pendidikan bagi anak korban kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Selain santunan tunai, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perlindungan sosial jangka panjang bagi keluarga korban.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menjelaskan Pemkab Bekasi telah menyalurkan bantuan berupa santunan uang sebesar Rp10 juta kepada 10 keluarga korban meninggal dunia akibat musibah kecelakaan KRL yang merupakan warga ber-KTP Kabupaten Bekasi.
"Tapi bukan hanya bantuan itu saja tapi juga jangka panjang yaitu beasiswa pendidikan anaknya," kata Asep pada Kamis (7/5/2026).
Asep menegaskan, bantuan yang diberikan tidak semata bersifat jangka pendek, melainkan juga memperhatikan keberlangsungan hidup keluarga korban ke ke depan terutama dalam hal pendidikan.
“Jadi bukan hanya sekadar uang yang kita berikan, tapi kita juga melihat kalau memang dia menjadi tulang punggung keluarga, kita akan berikan beasiswa pendidikan untuk keluarga yang memang membutuhkan,” tambahnya.
Baca juga: “Pak, Saya Selamat Nggak?” Jeritan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari kepedulian sekaligus tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.
Selain itu, lanjutnya, Pemkab Bekasi juga menyiapkan langkah lanjutan berupa bantuan beasiswa bagi keluarga korban, khususnya apabila korban merupakan tulang punggung keluarga.
“Ya, kita tidak tinggal diam, karena kalau memang korban merupakan tulang panggung keluarga, kita juga akan memberikan beasiswa untuk keluarganya,” ujar Plt Bupati.
Asep juga mengapresiasi pemerintah pusat melalui Dukcapil Kemendagri yang dinilai sigap dalam membantu proses administrasi kependudukan bagi para korban.
Baca juga: Tabrakan KRL Bekasi Timur Naik ke Penyidikan, Polisi Temukan Unsur Pidana, 16 Nyawa Jadi Taruhan
“Saya selaku Plt Bupati Bekasi mengucapkan terima kasih. Dalam hal ini negara hadir untuk cepat memberikan dokumen administrasi kependudukan seperti akta kematian,” katanya.
Asep berharap bantuan yang telah diberikan saat ini dapat bermanfaat serta meringankan beban keluarga korban, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka. (MAZ)