TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggelar apel siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di arena eks MTQ Kabupaten Batang Hari, Kamis (7/5/2026).
Dari pantauan Tribun di lokasi, apel siaga tersebut diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, para camat hingga unsur terkait lainnya.
Selain personel gabungan, sejumlah kendaraan operasional dan perlengkapan penanggulangan karhutla juga tampak disiagakan sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim kemarau.
Bupati Batang Hari yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Batang Hari, Asri Yonalsyah, mengatakan pemerintah daerah telah memperkuat Satgas Karhutla Batang Hari dengan menyiapkan sebanyak 300 personel gabungan.
"Pada hari ini kita melaksanakan apel siaga dan memperkuat personel Satgas Karhutla Kabupaten Batang Hari dengan 300 personel gabungan," katanya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Batang Hari saat ini mulai memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kebakaran hutan bukan hanya menimbulkan kerugian material, namun juga berdampak terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem.
"Kebakaran hutan bukan hanya berdampak pada kerugian material, tetapi juga mengganggu warisan ekosistem yang seharusnya kita wariskan kepada anak-anak kita," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh personel dan pihak terkait yang terlibat dalam penanggulangan karhutla di Kabupaten Batang Hari.
Ia berharap upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal dan efektif selama musim kemarau berlangsung.
"Semoga kita bisa menanggulangi karhutla dengan baik dan efektif," ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Batang Hari agar dalam menjalankan aktivitas usaha tidak merusak lingkungan maupun memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Kegiatan usaha tentunya tidak boleh mengganggu ekosistem dan menimbulkan bencana kebakaran hutan," pungkasnya.
Baca juga: Antisipasi Kemarau Ekstrem, Satgas Karhutla Batanghari 2026 Dibentuk