BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan mulai menggencarkan operasi pasar murah di lima titik wilayah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan menyusul mulai naiknya harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, terutama kelompok bawang dan ikan konsumsi.
Dinas Perdagangan (Disdag) HST mencatat harga bawang merah kini menembus Rp50 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih, bawang bombai dan bawang prai berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Tak hanya itu, harga ikan papuyu juga masih tinggi di angka Rp100 ribu per kilogram, sementara ikan haruan mencapai Rp65 ribu per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Disdag HST Farida Apriana mengatakan, pasar murah digelar untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan.
“Pasar murah ini bagian dari upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pangan menjelang Iduladha,” kata Farida di Barabai, Kamis, (07/05/2026).
Pelaksanaan perdana pasar murah digelar di Desa Pajukungan, Kecamatan Barabai, Rabu (6/5/2026). Warga tampak memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding pasar umum.
Menurut Farida, kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Desa Banua Asam Kecamatan Pandawan pada 18 Mei, Desa Pagat Kecamatan Batu Benawa pada 19 Mei, Kantor Kecamatan Haruyan pada 20 Mei dan Desa Banua Rantau Kecamatan Batang Alai Selatan pada 21 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, Disdag HST menggandeng Bulog, distributor bahan pokok hingga agen LPG agar harga jual lebih terjangkau bagi masyarakat.
Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, sejumlah kebutuhan pokok lain masih terpantau stabil.
Beras medium Bulog dijual Rp13.100 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, sedangkan gula pasir berkisar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram.
Sementara itu, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Penting Provinsi Kalimantan Selatan Salim mengatakan pasar murah menjadi langkah bersama pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menjaga distribusi dan stok pangan tetap aman.
“Distribusi dan ketersediaan bahan pokok terus kami pantau agar tidak terjadi kelangkaan di lapangan,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)