Persipura Klub yang Dirindukan Liga 1, Pelatih Persiku: Kompetisi Tak Seru Tanpa Mutiara Hitam
Paul Manahara Tambunan May 07, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai

TRIBUN PAPUA.COM, JAYAPURA – Pelatih Persiku Kudus, Bambang Pujo Sumantri, menyebut Persipura Jayapura merupakan salah satu klub paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola Indonesia dan layak kembali tampil di kasta tertinggi Liga 1.

Menurut Bambang, kehadiran Persipura selalu menghadirkan warna tersendiri dalam kompetisi nasional. Bahkan ia menilai Liga 1 tidak akan terasa lengkap dan menarik tanpa kehadiran klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Hal itu disampaikan Bambang usai laga pekan ke-27 Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Persiku Kudus di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (3/5/2026).

“Saya ucapkan selamat kepada Persipura atas kemenangan ini. Semoga Persipura bisa kembali ke Liga 1 karena Persipura adalah tim besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia,” ujar Bambang dalam konferensi pers usai pertandingan.

Baca juga: Selangkah Lagi, Boaz Solossa dan Kolega Bawa Persipura Kembali ke Kasta Tertinggi

Ia mengatakan Persipura bukan hanya besar karena prestasi yang dimiliki, tetapi juga karena identitas dan kecintaan masyarakat Papua terhadap klub tersebut yang begitu luar biasa.

Menurutnya, atmosfer sepak bola di Jayapura masih menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dan sangat dirindukan dalam kompetisi kasta tertinggi.

“Persipura punya sejarah besar, atmosfer luar biasa, dan dukungan masyarakatnya sangat kuat. Tim seperti ini memang dirindukan kembali ke Liga 1. Saya rasa kompetisi juga tidak akan seru tanpa Persipura,” katanya.

Bambang mengaku dirinya merasakan langsung antusiasme masyarakat Papua sejak rombongan Persiku Kudus tiba di Jayapura.

Ia menyebut sambutan hangat masyarakat terhadap Persipura menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi timnya.

SEPAK BOLA - Pelatih Persiku Kudus, Bambang Pujo Sumantri, bersama pemain Lerby Eliandry memberikan keterangan usai pertandingan melawan Persipura di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Minggu (3/5/2026). Pelatih Bambang Pujo Sumantri menyebut Persiku kalah karena hilang fokus selama 5 menit di akhir babak pertama.
SEPAK BOLA - Pelatih Persiku Kudus, Bambang Pujo Sumantri, bersama pemain Lerby Eliandry memberikan keterangan usai pertandingan melawan Persipura di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Minggu (3/5/2026). Pelatih Bambang Pujo Sumantri menyebut Persiku kalah karena hilang fokus selama 5 menit di akhir babak pertama. (Tribun-Papua.com/Yulianus Magai)

“Jujur ini pengalaman luar biasa. Mulai kami keluar hotel sampai menuju stadion, masyarakat sudah berbondong-bondong mengiringi dengan motor. Itu menunjukkan betapa besar cinta masyarakat Papua terhadap Persipura,” ungkapnya.

Menurut Bambang, suasana seperti itu sudah lama hilang dari sepak bola Indonesia. Namun ia melihat atmosfer besar tersebut kembali hidup di Papua bersama Persipura Jayapura.

“Atmosfer seperti ini yang sebenarnya membuat sepak bola Indonesia hidup. Saya lihat sekarang muncul lagi di Persipura. Ini kekuatan besar yang dimiliki mereka,” tambahnya.

Selain memuji atmosfer pertandingan, Bambang juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Papua yang dinilai sangat ramah dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Ia memastikan seluruh rombongan Persiku Kudus merasa aman dan nyaman selama berada di Jayapura.

“Kami datang ke sini dengan aman, perjalanan aman, masuk stadion juga aman. Terima kasih kepada masyarakat Papua atas sambutan yang luar biasa kepada kami,” tuturnya.

Terkait jalannya pertandingan, Bambang menilai duel antara Persipura dan Persiku berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sejak menit awal pertandingan.

Kedua tim sama-sama tampil menyerang demi mengamankan poin penting dalam persaingan di papan klasemen.

Namun ia mengakui timnya kehilangan fokus pada beberapa menit krusial menjelang akhir babak pertama dan hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Persipura untuk mencetak gol kemenangan.

“Pertandingan tadi sebenarnya sangat menarik. Kami kehilangan fokus sekitar lima menit di akhir babak pertama dan itu dimanfaatkan Persipura untuk mencetak gol,” jelasnya.

Selain kehilangan konsentrasi, Bambang juga menyoroti lemahnya penyelesaian akhir para pemain Persiku Kudus.

PERSIPURA - Skuad Persipura Jayapura menjalani Official Training (OT) di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Kamis (7/5/2026), jelang laga playoff promosi Pegadaian Championship 2025/2026 menghadapi Adhyaksa FC Banten. Persipura membidik kemenangan demi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. 
PERSIPURA - Skuad Persipura Jayapura menjalani Official Training (OT) di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Kamis (7/5/2026), jelang laga playoff promosi Pegadaian Championship 2025/2026 menghadapi Adhyaksa FC Banten. Persipura membidik kemenangan demi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.  (Tribun-Papua.com/Yulianus Magai)

Menurutnya, sejumlah peluang emas yang tercipta seharusnya mampu dikonversi menjadi gol untuk mengubah jalannya pertandingan.

“Kami punya peluang cukup banyak, bahkan ada beberapa peluang bagus. Tapi memang belum bisa dimaksimalkan menjadi gol. Itu akan menjadi evaluasi kami ke depan,” katanya.

Meski gagal membawa pulang poin dari Jayapura, Bambang tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya yang sudah bekerja keras sepanjang pertandingan.

Ia memahami kondisi tim yang harus menjalani perjalanan jauh menuju Papua bukan hal mudah, namun para pemain tetap menunjukkan semangat juang tinggi.

Baca juga: Gelombang Dukungan Mengalir untuk Persipura Jayapura Jelang Laga Play-Off

“Saya tetap respect dengan perjuangan pemain. Mereka sudah bekerja keras dalam situasi yang tidak mudah. Kami datang jauh-jauh ke Papua dan anak-anak tetap berjuang sampai akhir pertandingan,” ujarnya.

Bambang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kudus dan para pendukung Persiku karena belum mampu membawa pulang hasil maksimal.

“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Kudus dan para suporter Persiku yang selalu memberikan dukungan kepada kami,” katanya.

Sementara itu, pemain Persiku Kudus, Lerby Eliandry, mengakui timnya sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol sepanjang pertandingan.

Namun ia menyebut penyelesaian akhir menjadi kendala utama sehingga peluang yang ada gagal dimanfaatkan menjadi gol penyeimbang.

“Peluang sebenarnya ada, tapi memang kami kurang maksimal dalam penyelesaian akhir, termasuk peluang saya di menit-menit akhir,” ujar Lerby.

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Lerby tetap bersyukur seluruh pemain Persiku Kudus terhindar dari cedera usai laga yang berlangsung keras dan menguras tenaga tersebut.

“Kami bersyukur semua pemain sehat dan tidak ada yang cedera. Terima kasih untuk masyarakat Kudus yang sudah mendukung kami sampai sejauh ini,” katanya.

Ia memastikan kekalahan dari Persipura akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Persiku Kudus agar bisa tampil lebih baik dalam laga-laga selanjutnya.

“Ini jadi pelajaran buat kami. Ke depan kami harus lebih fokus dan lebih tajam dalam memanfaatkan peluang agar bisa mendapatkan hasil lebih baik,” pungkasnya. (*)
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.