Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM: Lokasi Dinilai Rawan, Kerap 'Makan' Korban Jiwa
Firmauli Sihaloho May 07, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Insiden kecelakaan yang terjadi di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, kembali menjadi bagian dari deretan panjang musibah transportasi yang terjadi di Indonesia.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) itu mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia.

Kecelakaan itu melibatkan Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Seleraya.

Bus ALS terbakar hangus setelah menabrak truk tangki BBM.

Dari hasil penyelidikan sementara, diduga Bus ALS menghindari lubang, sehingga menambil jalur sebelah kanan.

Melansir Sripoku.com, lokasi kecalakan maut Bus ALS dan truk tangki BBM, memang dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan.

Menurut kesaksian warga, kecelakaan kerap terjadi di sepanjang jalur tersebut. Bahkan, acap kali memakan korban jiwa.

Seorang warga mengatakan, kondisi jalan yang lurus membuat banyak pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Padahal, di sepanjang jalan itu terdapat sejumlah lubang dengan kedalaman bervariasi.

Kondisi tersebut cukup membahayakan pengguna jalan.

Baca juga: Heboh Siswa SMK Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Begini Kronologinya

Baca juga: Breaking News: Sekda Riau Syahrial Abdi dan 2 Pejabat Pemprov Riau Jadi Saksi di Sidang Abdul Wahid

“Memang jalur ini rawan kecelakaan,” kata Dila, warga setempat saat dibincangi, Kamis (7/5/2026).

Dila menuturkan, tahun lalu, kecelakaan yang memakan korban jiwa juga terjadi di kawasan tersebut.

“Sering kecelakaan di sini. Kalau tahun ini baru ini, tapi tahun sebelumnya mungkin sudah ada lima orang jadi korban,” ujarnya.

Selain kondisi jalan yang berlubang, minimnya penerangan jalan juga menjadi faktor penyebab tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut.

Ketika musim penghujan, lubang di badan jalan kerap tertutup genangan air.

Hal itu membuat lubang tak terlihat oleh pengendara, terutama saat malam hari.

“Di sepanjang jalan ini juga tidak ada lampu jalan. Jadi lubang itu tidak terlihat, apalagi kalau hujan tertutup air,” ungkapnya.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan diduga bermula saat Bus ALS melaju dari arah Kota Lubuklinggau menuju Muratara.

Di saat bersamaan, mobil tangki BBM yang dikemudian Ariyanto datang dari arah berlawanan hendak menuju Lubuklinggau.

Setibanya di lokasi kejadian, Bus ALS diduga masuk ke jalur berlawanan.

Akibatnya, kecelakaan pun tak terelakkan.

Benturan itu menyebabkan truk tangki BBM terbakar, mengakibatkan pengemudi dan kernet meninggal di lokasi.

Dugaan Penyebab

Penyebab kecelakaan maut itu diduga lantaran Bus ALS menghindari lubang.

Kabid Humas Polda Sumatra Selatan, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, pengemudi bus diduga kehilangan jalur ketika mencoba menghindari kerusakan jalan.

"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error."

"Di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan," kata Nandang, Kamis (7/5/2026), dilansir Kompas.com.

Ketika bus masuk jalur kanan, dari arah berlawanan, melaju truk tangki BBM milik PT Seleraya yang dikemudian sopir Ariyanto.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat terhindarkan.

Benturan keras memicu kebakaran hebat hingga menghanguskan bus dan tangki beserta sejumlah korban di dalamnya.

"Dari insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia."

"Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan," ungkap Nandang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.