TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Program penangkaran benih dan penanaman jagung mulai dikembangkan di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, sebagai langkah strategis mendorong kemandirian pangan di Papua Barat.
Program ini melibatkan petani milenial orang asli Papua (OAP), kelompok tani, mahasiswa Polbangtan, serta dukungan lintas instansi pemerintah.
Peluncuran dilakukan di kawasan SP5 Distrik Masni, dirangkai dengan penyaluran bantuan benih jagung kepada kelompok tani oleh Polda Papua Barat.
Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Sulastiana, mengatakan bahwa program tersebut lahir dari kondisi riil sektor pertanian di Papua Barat yang masih bergantung pada pasokan benih dari luar daerah.
“Harga distribusi benih ke Papua Barat bisa mencapai empat sampai lima kali lipat dibanding harga benih itu sendiri, ditambah waktu pengiriman yang cukup lama,” ujarnya.
Kondisi itu mendorong Polda Papua Barat bersama Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten serta Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) menggagas penangkaran benih lokal dengan melibatkan petani muda OAP.
Baca juga: Polres Fakfak Dampingi Petani dari Tanam hingga Penjualan Jagung ke Bulog
Dalam tahap awal, Polda Papua Barat menyalurkan benih jagung kepada delapan kelompok tani yang terdaftar dalam Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Sebanyak 178 petani di Distrik Masni akan mengelola lahan seluas 60 hektar untuk pengembangan tanaman jagung.
Selain itu, dilakukan penyemaian varietas Srikandi Kuning di lahan 1,5 hektar dengan potensi hasil hingga 5,4 ton per hektar, didukung pendampingan teknis dari BRMP.
Sulastiana menekankan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga menciptakan swasembada benih di Papua Barat.
“Kita ingin Papua Barat memiliki pusat produksi benih sendiri sehingga tidak terus bergantung pada pasokan luar daerah,” katanya.
Ia berharap kawasan SP5 Distrik Masni berkembang menjadi sentra produksi benih jagung lokal yang mampu memenuhi kebutuhan petani Papua Barat.
Baca juga: Polda Papua Barat dan Pemprov Akan Temui Menteri ESDM Bahas Tambang Rakyat
Lebih jauh, program ini juga dinilai sebagai upaya pemberdayaan generasi muda Papua di sektor pertanian.
“Kita tidak hanya menanam jagung, tetapi juga menanam harapan, ilmu, dan sumber daya manusia yang nantinya menjadi kekuatan utama pembangunan pertanian di Papua Barat,” ungkapnya.
Program penangkaran benih ini mendapat sambutan positif dari petani dan kelompok tani di Distrik Masni.
Kehadirannya dinilai membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ke depan, Polda Papua Barat berharap program serupa dapat diperluas ke seluruh kabupaten melalui dukungan pemerintah daerah dan stakeholder terkait, sehingga semakin banyak petani milenial OAP yang mandiri dan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di Tanah Papua.