Cara Licik Kiai Ashari Tersangka Pencabulan di Pati Kecoh Polisi dari Bogor hingga Wonogiri
jonisetiawan May 07, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Pelarian panjang kiai AS, tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, akhirnya terhenti.

Setelah beberapa hari menghilang dan memicu keresahan publik, aparat kepolisian berhasil membekuk pengasuh pondok pesantren tersebut di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah.

Penangkapan itu sekaligus mengakhiri upaya pelarian AS yang sebelumnya disebut berpindah-pindah lokasi demi menghindari kejaran aparat.

Polisi mengungkap, tersangka sempat kabur hingga ke Bogor sebelum akhirnya bersembunyi di kawasan petilasan di Kabupaten Wonogiri.

Baca juga: Kiai Ashari Tersangka Pencabulan di Pati Melarikan Diri, Polisi Lacak Lokasi Persembunyiannya

Kabur Diam-diam Usai Mangkir dari Panggilan Polisi

Sebelum ditangkap, AS diketahui beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik. Sikap tidak kooperatif itu langsung memicu kecurigaan aparat, terlebih setelah keberadaannya tak lagi diketahui di lingkungan pondok pesantren.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto mengatakan, penyidik sempat melakukan penelusuran melalui pihak keluarga setelah tersangka tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

“Kemarin sudah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir,” kata Artanto kepada awak media, Rabu (6/5/2026).

Penyelidikan kemudian berkembang setelah aparat memastikan tersangka sudah tidak berada di kawasan pondok pesantren tempat ia biasa beraktivitas.

“Dari hasil tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan tidak berada di tempat,” ujarnya.

KIAI PATI CABUL - Ashari, kiai sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga melakukan pencabulan terhadap 50 santriwati.
KIAI PATI CABUL - Ashari, kiai sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga melakukan pencabulan terhadap 50 santriwati. (Istimewa)

Sempat Kabur ke Bogor Bersama Sopir Pribadi

Dalam proses pelariannya, AS ternyata sempat meninggalkan Jawa Tengah menuju Bogor. Polisi menyebut tersangka pergi dengan bantuan sopir pribadinya untuk menghindari pelacakan aparat.

Namun setelah sang sopir kembali ke Jawa Tengah, AS melanjutkan perjalanan seorang diri menggunakan kendaraan travel menuju Wonogiri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Anwar Nasir mengungkapkan, pola perpindahan itu dilakukan tersangka untuk menghilangkan jejak.

“Tersangka ditangkap oleh Tim Resmob Polda Jatanras Polda Jateng,” tegas Anwar kepada wartawan, Kamis siang.

Menurutnya, pelarian AS akhirnya berakhir di sebuah rumah juru kunci petilasan di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

“Iya betul pukul 04.45 WIB , di tempat persembunyiannya rumah juru kunci petilasan di Desa Bakalan, Kec. Purwantoro Kab. Wonogiri, setelah sempat kabur ke Bogor diantar oleh driver-nya, driver-nya pulang dan tersangka ke Wonogiri naik travel,” ungkapnya.

Baca juga: Warga Resah, Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Belum Ditahan Meski Dicari Polisi

Ditangkap Subuh Hari di Tempat Persembunyian

Tim Resmob Jatanras Polda Jawa Tengah akhirnya berhasil menangkap AS pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 04.45 WIB.

Penangkapan dilakukan saat tersangka berada di lokasi persembunyiannya di Wonogiri. Polisi bergerak cepat setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan AS yang sebelumnya diduga kabur ke luar daerah.

Penangkapan itu sekaligus mengakhiri pengejaran aparat terhadap pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo yang sebelumnya menjadi buronan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati.

Ponpes Disebut Sepi, Aktivitas Belajar Berhenti Sementara

Kasus yang menjerat AS sebelumnya memicu perhatian luas masyarakat. Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati itu diduga mencabuli puluhan santriwatinya.

Dampak kasus tersebut juga dirasakan langsung di lingkungan pondok pesantren. Aktivitas belajar para santri dilaporkan berhenti sementara dan suasana pondok menjadi sepi setelah kasus mencuat ke publik.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.