TRIBUNTRENDS.COM - Sorotan terhadap polemik pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat kembali memanas. Di tengah derasnya kritik publik terkait anggaran yang disebut mencapai Rp 27 miliar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pihaknya akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta masukan sekaligus membuka proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial.
Namun, agenda yang semula direncanakan berlangsung pada Kamis (7/5/2026) itu dipastikan mengalami penundaan. Gus Ipul menyebut pertemuan dengan pimpinan KPK baru akan dilakukan keesokan harinya.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Luruskan Hoaks Sepatu Sekolah Rakyat yang Beredar di Medsos: Ini Fitnah Luar Biasa
Gus Ipul mengungkapkan, dirinya bersama jajaran Kementerian Sosial sebenarnya telah menjadwalkan kunjungan ke KPK pada hari ini. Akan tetapi, agenda tersebut mengalami perubahan jadwal.
"Memang rencananya hari ini (ke KPK), tetapi kebetulan ditunda besok jam 10," kata Gus Ipul, saat ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Kunjungan itu disebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Pemerintah ingin membuka seluruh proses pengadaan, termasuk polemik anggaran sepatu Sekolah Rakyat yang ramai diperbincangkan publik dan media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Dalam agenda tersebut, Gus Ipul mengaku akan datang bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo serta Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico.
Ia menegaskan, pihaknya ingin meminta arahan dan nasihat dari KPK agar seluruh proses pengadaan di Kemensos berjalan transparan dan sesuai aturan.
"Saya bersama Pak Wamen, Pak Sekjen akan silaturahmi ke KPK untuk minta nasihat, minta masukan. Kami akan memberikan informasi tentang proses-proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial," tutur dia.
Langkah ini dilakukan setelah pengadaan sepatu Sekolah Rakyat menjadi perhatian luas publik, terutama terkait nominal anggaran yang dinilai fantastis.
Baca juga: Bantah Anggaran Bengkak, Gus Ipul Sebut Rp27 M untuk Sepatu Baru Rencana Awal: Nanti Lebih Murah
Tim tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dan Sekjen Kemensos Robben Rico.
Menurut Gus Ipul, tim itu nantinya akan melakukan penelusuran secara mendalam sebelum hasilnya dilaporkan kepadanya.
"Ya supaya kita bisa lebih jelas mendapat gambaran yang lebih utuh tentang isu-isu yang selama ini berkembang di medsos," ucap dia.
Mensos juga menyoroti derasnya informasi yang beredar di media sosial terkait pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. Ia menilai, sebagian informasi yang beredar tidak sepenuhnya tepat.
Karena itu, pembentukan tim khusus dianggap penting agar pemerintah memperoleh gambaran utuh sebelum mengambil langkah lanjutan.
Menurut Gus Ipul, pemerintah tetap membuka diri terhadap kritik dan masukan masyarakat terkait program maupun pengadaan barang dan jasa di Kemensos.
"Sikap kami jelas dari awal bahwa kami terbuka, kami menyambut baik dan mengapresiasi seluruh kritik, saran dari masyarakat dan itu kami cermati, kami ikuti yang memang memerlukan tindak lanjut kami tindak lanjuti," ucap dia.
***
(TribunTrends/Kompas)