Jadwal Puasa Sunnah Mei 2026: Ayyamul Bidh, Tarwiyah, Arafah dan Prediksi Idul Adha 1447 H
Dedy Herdiana May 07, 2026 04:35 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Berikut ini disajikan Jadwal Puasa Sunnah Mei 2026: Ayyamul Bidh, Tarwiyah, Arafah dan Prediksi Idul Adha 1447 H.

Penanggalan berjalan tiap tahunnya, menjadi perhitungan penting dalam siklus kehidupan manusia sebagai alat bantu dari masa ke masa.

Tak terkecuali yang kerap digunakan di tanah air, salah satunya adalah penanggalan Kalender Islam Hijriah.

Kalender Hijriah menjadi panduan bagi umat Islam untuk melaksanakan rangkaian ibadah wajib dan sunah. 

Beberapa hari besar, seperti hari raya dan hari penting lainnya, juga mengacu pada sistem penanggalan qamariyah ini.

Salah satunya adalah ibadah puasa sunah Ayyamul Bidh. 

Pelaksanaan puasa tentunya harus sesuai pada waktu pertengahan bulan kalender Hijriah sehingga membutuhkan informasi tanggal-tanggalnya.

Baca juga: Lebaran Idul Adha 1447 H Diprediksi 23 Hari Lagi, Kapan Bisa Mulai Puasa Arafah dan Tarwiyah?

Bulan Zulkaidah merupakan bulan ke-11 dan dari 4 bulan haram dalam penanggalan Hijriah, yakni bulan yang diharamkan melakukan semua bentuk kezaliman. 

Selain itu, bulan ini juga istimewa karena menjadi bulan langganan Rasulullah saw. menunaikan ibadah umrah.

Selain itu, bulan Zulhijah juga menjadi bulan penutup kalender Hijriah setelah Zulkaidah. 

Dimana dalamnya terdapat hari-hari besar, termasuk hari raya umat Islam, Idul Adha.

Idul Adha sendiri dikenal sebagai Lebaran Haji atau Idul Qurban. Pasalnya, pada hari-hari tersebut sebagian umat Islam melaksanakan ibadah haji dan juga memperingati hari raya dengan penyembelihan hewan kurban.

Baca juga: Hari Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 Akan Jatuh Pada Tanggal Ini di Bulan Mei

Jadwal Puasa Sunnah Zulkaidah

Jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Zulkaidah penting diketahui oleh umat Islam yang ingin menjalankan puasa sunnah di pertengahan bulan Hijriah. Puasa ini dilakukan pada 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Islam.
Dalil anjuran puasa Ayyamul Bidh mengacu pada hadits shahih dari Abu Hurairah RA yang berkata:

أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, 1 Zulkaidah 1447 H jatuh pada Minggu, 19 April 2026. Adapun jadwal puasa Ayyamul Bidh Zulkaidah bertepatan dengan:

  • 13 Zulkaidah 1447 H: Jumat, 1 Mei 2026
  • 14 Zulkaidah 1447 H: Sabtu, 2 Mei 2026
  • 15 Zulkaidah 1447 H: Minggu, 3 Mei 2026

Berikut adalah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al Qurawy:

نَوَيْتُ صَوْمَ يومَ الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala"

Baca juga: Juni 2025, Catat Ini Jadwal Long Weekend Lagi Setelah Libur Idul Adha, Bisa Untuk Rencanakan Liburan

Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah

Tak hanya puasa Ramadan sebelum masuk Lebaran Idul Fitri, pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah juga terdapat puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah, sebelum Idul Adha.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kedua puasa tersebut, karena begitu besar keutamaan yang terkandung di dalamnya. 

Puasa ini bertepatan dengan berkumpulnya jemaah haji di Padang Arafah, dan hanya dianjurkan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Lantas, kapan puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 bisa dikerjakan?

Hingga detik ini, belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah, mengenai kapan awal bulan Zulhijah 1447 H akan dimulai. 

Pasalnya, ketetapan tersebut akan diambil berdasarkan hasil sidang isbat di penghujung bulan Zulkaidah nanti.

Meski begitu, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Raya Idul Adha 1447 H diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026, yang didahului dengan puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026.

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya, perbedaan utamanya hanya terletak pada niat. Agar ibadah puasa memperoleh keutamaan maksimal, berikut tata cara selengkapnya:

  • Membaca niat
  • Makan sahur
  • Menjaga perilaku dan perkataan, serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa
  • Berbuka puasa secara sunnah, yaitu dengan kurma dan air putih
  • Memperbanyak doa dan zikir

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Masih merujuk pada sumber sebelumnya, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah."

Adapun niat puasa Arafah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'arafata sunnatan Lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah."

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Keutamaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Keutamaan tersebut antara lain:

1. Lebih Disukai oleh Allah SWT

Puasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah termasuk amalan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang memiliki keistimewaan. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:

"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat ada yang bertanya, 'Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid)'." (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi)

2. Menghapus Dosa Setahun Lalu dan Setahun yang Akan Datang

Suatu saat Rasulullah SAW ditanya oleh para sahabatnya tentang puasa hari Arafah. Kemudian, Rasulullah menjawab dengan sangat singkat, tetapi mengandung makna yang sangat mudah dipahami. Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim).

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.