TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Muhamad Fadli (29) menjadi korban selamat kecelakaan Bus ALS dengan Truk Tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Muratara, Sumatra Utara Rabu (6/5/2026).
Bus ALS tersebut melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Sementara truk tangki BBM itu milik PT Seleraya.
Muhamad Fadli berhasil selamat setelah berupaya melompat dari dalam Bus ALS saat kobaran api mulai membesar dan melahap semua kendaraan.
Sebagai kernet, Fadli duduk di barisan depan—posisi yang biasanya paling rentan saat terjadi tabrakan.
Namun, insting bertahan hidup yang cepat membuatnya menjadi satu dari sedikit orang yang berhasil keluar dari 'neraka' tersebut.
Saat benturan keras terjadi, pintu bus yang menjadi akses utama keluar langsung terkunci dan tidak bisa dibuka sama sekali.
Dalam situasi panik, asap hitam mulai menyesakkan dada dan percikan api mulai terlihat dari bagian depan kendaraan.
"Tabrakan itu tepat di bagian tengah, syukur saya tidak terjepit. Begitu saya lihat kaca depan pecah, saya langsung ambil keputusan untuk lompat," ujar Fadli dengan sisa trauma saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).
Langkah nekat Fadli melompat melalui pecahan kaca depan ternyata menjadi harapan bagi yang lain.
Aksinya itu diikuti oleh tiga penumpang lainnya yang berada di dekatnya.
Mereka berlari menjauh tepat sebelum api membesar dan melahap habis seluruh badan bus.
Luka Fisik dan Kesedihan yang Mendalam
Meski berhasil selamat, Fadli tak lepas dari luka.
Ia mengalami luka ringan di bagian betis kedua kakinya serta luka di lengan kiri akibat proses penyelamatan diri yang sangat cepat tersebut.
Namun, baginya, luka fisik itu tak sebanding dengan duka yang ia rasakan.
Fadli menceritakan bahwa saat kejadian, sebagian besar penumpang sedang terlelap tidur.
Hal inilah yang membuat mereka sulit menyelamatkan diri ketika api dengan cepat menjalar.
"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya. Penumpang yang lain terjebak," ucapnya lirih.
Dari total 18 orang di dalam bus, hanya Fadli dan tiga rekannya yang kini bisa bercerita tentang tragedi maut tersebut.
Kini Fadli masih menjalani perawatan atas luka-lukanya, sembari membawa ingatan yang sulit dilupakan dari peristiwa berdarah di bumi Muratara.
Berangkat dari Semarang ke Medan
Dia mengaku mobil bus tersebut berangkat dari Semarang pada tanggal 2 Mei 2026 dengan tujuan ke Medan, Sumut.
"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.
Baca juga: Daftar 10 dari 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Teridentifikasi, Termasuk Bayi 1,5 Tahun
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam perjalanan memang kondisi mobil sempat mengalami masalah, namun saat itu masih bisa diperbaiki dan akhirnya melanjutkan perjalanan.
"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.
Sebelumnya, kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki minyak terjadi di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (6/5/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, 16 orang tewas di tempat dengan kondisi terbakar, 3 orang mengalami luka berat, dan 1 orang hanya luka ringan.
Saat itu, seluruh korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Palembang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan identifikasi.
Sedangkan untuk 4 korban selamat, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.
Berikut adalah identitas korban meninggal:
4 Korban Selamat
Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.
Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.