Kisah Kernet Bus ALS Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Saya Lompat Keluar 
Erik S May 07, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Muhamad Fadli (29) menjadi korban selamat kecelakaan Bus ALS dengan Truk Tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Muratara, Sumatra Utara Rabu (6/5/2026).

Bus ALS tersebut melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Sementara truk tangki BBM itu milik PT Seleraya.

Muhamad Fadli berhasil selamat setelah berupaya melompat dari dalam Bus ALS saat kobaran api mulai membesar dan melahap semua kendaraan.

Sebagai kernet, Fadli duduk di barisan depan—posisi yang biasanya paling rentan saat terjadi tabrakan. 

Namun, insting bertahan hidup yang cepat membuatnya menjadi satu dari sedikit orang yang berhasil keluar dari 'neraka' tersebut.

Keputusan di Detik-Detik Mencekam

Saat benturan keras terjadi, pintu bus yang menjadi akses utama keluar langsung terkunci dan tidak bisa dibuka sama sekali. 

Dalam situasi panik, asap hitam mulai menyesakkan dada dan percikan api mulai terlihat dari bagian depan kendaraan.

"Tabrakan itu tepat di bagian tengah, syukur saya tidak terjepit. Begitu saya lihat kaca depan pecah, saya langsung ambil keputusan untuk lompat," ujar Fadli dengan sisa trauma saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).

Langkah nekat Fadli melompat melalui pecahan kaca depan ternyata menjadi harapan bagi yang lain. 

Aksinya itu diikuti oleh tiga penumpang lainnya yang berada di dekatnya. 

Mereka berlari menjauh tepat sebelum api membesar dan melahap habis seluruh badan bus.

Luka Fisik dan Kesedihan yang Mendalam

SELAMAT DARI MAUT - Muhamad Fadli (29), merupakan kernet Bus ALS salah satu korban selamat dalam insiden kecelakaan maut di Muratara. Ia bercerita melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri.
SELAMAT DARI MAUT - Muhamad Fadli (29), merupakan kernet Bus ALS salah satu korban selamat dalam insiden kecelakaan maut di Muratara. Ia bercerita melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri. (HO/IST/Sripoku.com/Eko Mustiawan)

Meski berhasil selamat, Fadli tak lepas dari luka. 

Ia mengalami luka ringan di bagian betis kedua kakinya serta luka di lengan kiri akibat proses penyelamatan diri yang sangat cepat tersebut. 

Namun, baginya, luka fisik itu tak sebanding dengan duka yang ia rasakan.

Fadli menceritakan bahwa saat kejadian, sebagian besar penumpang sedang terlelap tidur. 

Hal inilah yang membuat mereka sulit menyelamatkan diri ketika api dengan cepat menjalar.

"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya. Penumpang yang lain terjebak," ucapnya lirih.

Dari total 18 orang di dalam bus, hanya Fadli dan tiga rekannya yang kini bisa bercerita tentang tragedi maut tersebut. 

Kini Fadli masih menjalani perawatan atas luka-lukanya, sembari membawa ingatan yang sulit dilupakan dari peristiwa berdarah di bumi Muratara.

Berangkat dari Semarang ke Medan

Dia mengaku mobil bus tersebut berangkat dari Semarang pada tanggal 2 Mei 2026 dengan tujuan ke Medan, Sumut.

"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.

Baca juga: Daftar 10 dari 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Teridentifikasi, Termasuk Bayi 1,5 Tahun

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam perjalanan memang kondisi mobil sempat mengalami masalah, namun saat itu masih bisa diperbaiki dan akhirnya melanjutkan perjalanan.

"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki minyak terjadi di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (6/5/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, 16 orang tewas di tempat dengan kondisi terbakar, 3 orang mengalami luka berat, dan 1 orang hanya luka ringan.

Saat itu, seluruh korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Palembang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan identifikasi.

Sedangkan untuk 4 korban selamat, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.

Berikut adalah identitas korban meninggal: 

  1. Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
  2. Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
  3. Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
  4. Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
  5. Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
  6. Relodo – Penumpang Bus ALS.
  7. Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
  8. Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
  9. Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
  10. Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
  11. Celinton - Penumpang Bus ALS
  12. Hisyamsiah Bachri -  Penumpang Bus ALS
  13. Sukardi  -  Penumpang Bus ALS
  14. Salim  -  Penumpang Bus ALS
  15. Budiyanto  -  Penumpang Bus ALS
  16. Barhul Ulum  -  Penumpang Bus ALS

4 Korban Selamat

Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.

Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.

  • Jumiatun (35).
  • Ngadiono (44). Juamiatun dan Ngadiono adalah warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
  • Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).
  • Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.