TRIBUNNEWS.COM – Liga Champions 2025/2026 kembali menghadirkan hadiah fantastis bagi klub-klub peserta, terutama dua finalis musim ini, yakni Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG).
Diketahui, duel final Liga Champions 2025/2026 antara PSG vs Arsenal akan digelar pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB di Budapest.
Selain memperebutkan trofi paling prestisius di Eropa, kedua tim juga bertarung demi hadiah bernilai triliunan rupiah yang bisa menjadi modal besar pada bursa transfer musim panas 2026.
Untuk musim kedua format baru Liga Champions 2025/2026, UEFA mengumumkan total hadiah kompetisi meningkat menjadi €2,467 miliar, naik dari €2,437 miliar pada musim sebelumnya, seperti yang dilaporkan Sporting News.
Total hadiah Liga Champions dibagi ke dalam beberapa kategori utama.
Sebanyak 37,5 persen atau sekitar €926,3 juta dialokasikan berdasarkan performa klub selama kompetisi berlangsung.
Kemudian 35 persen (€864,5 juta) masuk ke dalam “pilar nilai”, yakni sistem baru yang diperkenalkan UEFA untuk mengompensasi klub dengan daya tarik penonton dan nilai komersial lebih besar.
Sementara 27,5 persen sisanya atau sekitar €679,2 juta dibagikan merata kepada seluruh 36 klub peserta fase liga.
Baca juga: Aturan Handball yang Sebabkan Bayern Munchen Tidak Dapat Penalti Lawan PSG
Setiap klub yang lolos fase liga dipastikan menerima sekitar €18,62 juta, terdiri dari uang muka €17,87 juta dan tambahan €750 ribu.
Selain uang partisipasi, klub juga mendapatkan bonus berdasarkan hasil pertandingan.
Setiap kemenangan di fase liga bernilai €2,1 juta, sedangkan hasil imbang bernilai €700 ribu.
UEFA juga memberikan bonus tambahan berdasarkan posisi akhir klasemen fase liga. Sistemnya menggunakan pembagian saham, di mana tim peringkat teratas memperoleh bagian terbesar.
Setelah itu, hadiah semakin besar ketika klub berhasil melangkah ke fase gugur hingga final.
Keberhasilan Arsenal mencapai final membuat klub asal London tersebut sudah mengamankan pendapatan sekitar €73,8 juta atau setara lebih dari Rp1,5 triliun.
Jika berhasil menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Arsenal akan mendapatkan tambahan €6,5 juta sehingga total hadiah mereka mencapai €80,3 juta (sekitar Rp1,6 triliun).
Sementara itu, PSG yang memburu gelar kedua beruntun telah mengumpulkan sekitar €67,8 juta. Jika berhasil menjadi juara, total pendapatan mereka bisa melampaui €74 juta (sekitar Rp1,5 triliun).
Alasan Arsenal mendapatkan dana lebih banyak karena penampilan impresif mereka sejak fase grup yang belum pernah merasakan kekalahan.
Sementara Bayern Munchen yang tersingkir di semifinal tetap memperoleh pemasukan besar sekitar €53,2 juta (sekitar Rp1 triliun) sebagai hadiah atas perjalanan mereka di kompetisi musim ini.
Sebagai gambaran, PSG pada musim lalu memperoleh total sekitar €83,12 juta (sekitar Rp1,6 triliun) setelah menjadi juara Liga Champions 2024/2025.
Jumlah tersebut berasal dari uang partisipasi fase liga, bonus kemenangan, dan bonus fase gugur hingga juara.
Namun angka itu belum termasuk pemasukan dari “pilar nilai” yang berkaitan dengan hak siar, popularitas klub, dan daya tarik komersial yang nilainya bisa sangat besar.
Hadiah besar Liga Champions menjadi alasan mengapa kompetisi ini sangat penting bagi klub-klub elite Eropa.
Selain meningkatkan prestise, pemasukan dari Liga Champions dapat menjadi sumber dana utama untuk memperkuat skuad, membeli pemain bintang, hingga menjaga stabilitas finansial klub.
Bagi Arsenal dan PSG, final musim ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga tentang tambahan dana segar yang dapat menentukan kekuatan tim mereka pada musim depan.
(Tribunnews.com/Ali)