Dedie Rachim Cek Museum Pajajaran Sebelum Diresmikan Saat HJB ke-544, Koleksi Benda Masih Sedikit
khairunnisa May 07, 2026 06:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengecek Museum Pajajaran Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (7/5/2026).

Dedie Rachim bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) langsung berkeliling di dalam museum.

Beberapa tempat koleksi barang-barang dilihat mulai dari koleksi golok, keris, serta beberapa story line terkait kerajaan Pajajaran.

Beberapa etalase belum terisi sama sekali oleh barang-barang.

Koleksi benda-benda di museum ini juga masih terlihat sedikit.

Sedangkan museum ini direncanakan akan diresmikan saat Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 pada tanggal 3 Juni 2026 nanti.

Koleksi-koleksi benda di museum ini disusun oleh tim dari Universitas Pajajaran.

Benda-benda termasuk cerita terkait perkembangan kerajaan nantinya disusun agar orang yang masuk ke museum bisa langsung paham.

Tim itu menyusun cerita dari prasejarah, kemudian zaman Tarumanegara kemudian Kerajaan Galuh kemudian Bogor.

Museum Pajajaran ini masih satu komplek dengan Prasasti Batutulis.

Prasasti Batutulis ini menjadi sesuatu yang penting untuk museum.

“Artefak utamanya Prasasti Batu Tulis tidak ada duanya. Disitu dijelaskan apa yang ada di dalam itu adalah momentum dimana disampaikan kepada kita sebagai generasi berikutnya bahwa disinilah pernah dinobatkan seorang raja seorang prabu yang memang memiliki nilai-nilai filosofi kesundaan,” kata Dedie Rachim kepada TribunnewsBogor.com di Museum Pajajaran.

Baca juga: Pemkot Bogor Bebersih Museum Pajajaran Batutulis, Persiapan Peresmian Saat HJB ke-544

Dedie Rachim belum bisa memastikan berapa jumlah koleksi yang akan mengisi Museum Pajajaran.

Menurutnya, hal itu pasti dinamis karena benda-benda yang akan mengisi bisa berkurang bahkan bertambah.

“Namanya koleksi itu selalu dinamis ya. Sekarang baru punya lima siapa tau besok begitu melihat ada orang bilang saya juga punya. Diteliti lah oleh kurator. Dan mungkin koleksi itu bisa bertambah,” ujarnya. 

“Kemudian ada lagi kebaikan dari orang yang memang entah itu ada kekerabatan, hubungan keluarga. Kemudian nanti dia akan memberikan juga mungkin bantuan dalam bentuk koleksi-koleksi yang akan memperkaya pengetahuan kita tentang kesejarahan kerajaan Pajajaran,” tambahnya.

Dedie Rachim optimis peresmian Museum Pajajaran saat HJB bisa dilaksanakan walaupun koleksi benda-benda museum masih belum lengkap.

Meski belum lengkap, story line atau garis cerita yang ingin ditampilkan kepada masyarakat sudah terkonsep.

“Ya tadi dinamis.  Tentu yang paling penting kita sudah punya apa istilahnya, pijakan ya pijakan, benda-benda bersejarah yang ada kaitannya dengan pajajaran atau zamannya kurang lebih sama,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.