Tribunlampung.co.id, Pati - Jejak pelarian Ashari, kiai tersangka kasus asusila terhadap 50 santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo akhirnya terungkap.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pati berhasil meringkusnya setelah sempat berpindah-pindah kota menghindari panggilan kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengungkapkan Ashari sempat berpindah-pindah mulai dari Kudus, Bogor, Jakarta, Solo hingga Wonogiri.
Menariknya, selama masa pelarian, tersangka kerap mengunjungi tempat-tempat keramat bernuansa spiritual.
Kompol Dika menjelaskan bahwa tersangka selalu menyambangi lokasi petilasan, pemandian hingga pemakaman keramat.
Baca juga: Kiai Tersangka Asusila 50 Santriwati Akhirnya Ditangkap, Tertunduk Lesu Pakai Celana Pendek
Jejak-jejak di lokasi inilah yang menjadi petunjuk penting bagi kepolisian untuk mempersempit ruang gerak tersangka.
"Setiap tempat yang didatangi, kami selalu mendapatkan petunjuk terkait ciri-ciri tersangka. Sampai akhirnya kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sempat bertemu dan mengobrol dengan seseorang," ujar Kompol Dika di Mapolresta Pati, dikutip dari TribunJateng, Kamis (7/5/2025).
Dalam pemeriksaan sementara, diketahui bahwa rute pelarian tersangka tidak terjadwal secara rapi. Ashari cenderung bergerak secara acak dan sering bertanya kepada warga setempat mengenai lokasi makam yang bisa diziarahi.
Di Jawa Barat sendiri, tersangka diketahui sempat bolak-balik ke wilayah Sentul. Selain itu dia juga sempat berada di Gunung Muria wilayah Kudus.
Polisi saat ini juga masih mendalami motif dan keterlibatan pihak lain yang diduga membantu pelarian Ashari selama ini.
Dalam video yang beredar di media sosial, Ashari ditangkap saat bersama seorang pria bernama Kuswandi.
"Kami masih mempelajari apakah ada motif tertentu atau keterlibatan orang lain atas pelarian Ashari ini," ucap Kasat Reskrim.
Pelarian Ashari pun berakhir di Wonogiri. Dia dibekuk oleh Kompol Dika dkk. Sekira pukul 04.00 WIB, Kamis (7/5/2026).
Tampak di foto, Ashari yang sebelumnya adalah sosok disegani di wilayahnya kini tertunduk lesu. Ia hanya mengenakan kemeja batik, jaket dan celana pendek.
Saat ini, tersangka sedang digelandang menuju Mapolresta Pati. Ashari menghilang setelah kasus pencabulan yang diduga ia lakukan dilaporkan ke polisi.
Ia sengaja memutus komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk keluarga dan penasihat hukumnya. Padahal, pihak kuasa hukum sebelumnya sempat berjanji akan bersikap proaktif selama proses penyidikan berlangsung.