Tribunlampung.co.id, Palembang - Langkah Eka terasa berat saat mengikuti iring-iringan ambulans yang membawa belasan kantong jenazah menuju RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).
Di antara korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Muratara itu, ada nama suaminya, Martono.
Perempuan 35 tahun itu tak banyak bicara. Matanya sembab, wajahnya pucat, sementara tangannya beberapa kali mengusap air mata yang terus jatuh sejak perjalanan dari kampung halamannya.
Martono diketahui menjadi kernet truk tangki yang terlibat kecelakaan maut tersebut. Ia bekerja bersama sopir truk bernama Aryanto saat insiden mengerikan itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan.
Sebelumnya, identitas korban sempat disebut sebagai Martini, seorang perempuan. Namun belakangan diketahui korban bernama Martono, kernet truk tangki yang ikut terbakar di dalam kendaraan.
Baca juga: Kondisi 6 Jenazah Korban Tewas Bus ALS Maut Buat Tim DVI Sulit Identifikasi
Dikutip dari TribunSumsel.com, di tengah suasana duka, Eka datang bersama keluarga dan anaknya mendampingi proses identifikasi jenazah.
Di lokasi yang sama, tampak pula Usba, istri Aryanto, sopir truk tangki yang juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut, juga ikut dalam iring-iringan ambulans.
Usba dan Eka tampak didampingi kerabat dan juga anaknya ketika turun dari satu di antara mobil pengantar.
Raut wajah sedih dan tatapan terpukul terpancar dari wajah Puspa, yang matanya sembab dan masih merah. Sesekali ia mengusap air matanya.
Eka, istri Martono, mengatakan ia baru mengetahui kabar tersebut sekitar dua jam setelah kejadian.
"Kami tahu kejadian sekitar jam 3 sore, tempat tinggal kami jauh dari lokasi kejadian. Sampai ke Lubuklinggau saja kami malam," ujar Eka.
Namun, ia belum bersedia ketika ditanya lebih jauh mengenai firasat ataupun keseharian korban.
"Takut gak kuat ngomong," katanya.
Kecelakaan melibatkan bus ALS bernopol BK 7778 DL dengan mobil tangki milik Seleraya yang datang dari arah berlawanan.
Berdasarkan informasi kepolisian, bus ALS yang dikemudikan Alif melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi dengan membawa belasan penumpang.
Saat tiba di lokasi kejadian, sopir bus diduga berusaha menghindari jalan berlubang hingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil tangki Seleraya yang dikemudikan Aryanto bersama seorang penumpang bernama Martono.
Tabrakan keras pun tidak terhindarkan hingga menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat di lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, sopir dan penumpang mobil tangki meninggal dunia dalam kondisi terbakar di dalam kendaraan.
Sopir bus ALS beserta sejumlah penumpang juga dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak kobaran api.
Total korban meninggal dunia mencapai 16 orang, sementara tiga penumpang mengalami luka bakar dan satu kenek bus mengalami luka ringan.
Saat ini semua jenazah yang transit dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang.
Tim DVI Polri akan melakukan langkah identifikasi terhadap jenazah.
Sebanyak 7 dari 16 korban tewas akibat kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki Seleraya minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Rabu (6/6/2026) telah teridentifikasi.
Korban meninggal paling banyak dari Bus ALS yakni sebanyak 14 orang.
Dua korban lainnya adalah sopir dan kernet truk tangki.
Berikut identitas ketujuh korban berdasarkan keterangan polisi dan keluarga korban dikutip dari Sripoku:
Informasi yang dihimpun TribunSumsel.com, penumpang selamat ada 4 orang, 3 di antaranya mengalami luka bakar serius dan satu orang lecet-lecet.
Mereka kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya.