Sekelompok anggota Kongres AS dari Partai Demokrat mendesak Menlu Marco Rubio membuka informasi rahasia terkait program nuklir Israel.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Isu nuklir Israel kembali mencuat di Washington setelah sekelompok anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat mendesak pemerintah membuka informasi rahasia terkait kemampuan nuklir negara tersebut.
Dalam surat tertanggal 4 Mei 2026, yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, mereka menuntut transparansi penuh atau buka-bukaan mengenai program nuklir Israel.
Termasuk jumlah hulu ledak, peluncur, serta kapasitas pengayaan uranium dan produksi plutonium.
Desakan ini muncul di tengah memanasnya konflik AS-Israel dengan Iran, serta meningkatnya kritik terhadap hubungan erat Washington dan Tel Aviv.
Israel sendiri sejak lama menerapkan kebijakan “ambiguitas nuklir” dengan tidak pernah mengakui secara resmi kepemilikan senjata nuklir, meski berbagai dokumen intelijen dan pengakuan pejabat AS mengindikasikan keberadaannya sejak 1960-an.
CIA bahkan pada 1968, melaporkan kepada Presiden Lyndon B Johnson bahwa Israel telah mengembangkan kemampuan nuklir.
Baca juga: Rudal Iran Luluhlantakkan Kompleks Nuklir Israel, Qalibaf: Langit Tel Aviv tak Lagi Aman
Kesepakatan rahasia antara Presiden Richard Nixon dan Perdana Menteri Golda Meir kala itu memperkuat sikap bungkam kedua negara.
Surat para anggota Kongres kali ini menyoroti Pusat Penelitian Nuklir Negev di Dimona, yang diyakini sebagai pusat program nuklir Israel.
Mereka menanyakan apakah Israel memiliki doktrin nuklir, garis merah, atau ambang batas penggunaan senjata nuklir dalam konflik dengan Iran.
Selain itu, mereka juga meminta jaminan bahwa Israel tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam perang yang sedang berlangsung.
Tekanan politik ini bukan yang pertama, namun jarang dilakukan secara terkoordinasi.
Sebelumnya, beberapa anggota parlemen seperti James McGovern pernah menyebut Israel sebagai negara bersenjata nuklir dalam resolusi tahun 2019.
Kini, desakan semakin kuat seiring meningkatnya kritik terhadap kebijakan AS di Gaza dan dukungan militer terhadap Israel.
Baca juga: Kantongi Rahasial Nuklir Israel, Operasi Intelijen Iran Pukulan Telak bagi Zionis
Bahkan pada April lalu, 40 senator Demokrat mendukung rancangan undang-undang untuk memblokir penjualan buldoser militer ke Israel, meski akhirnya gagal.
Sejumlah laporan memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, persediaan plutonium hingga lebih dari 1.000 kilogram, serta rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan ribuan kilometer.
Nuclear Threat Initiative juga menyebut Israel memiliki kapal selam yang mampu meluncurkan senjata nuklir.
Fakta-fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa Israel adalah kekuatan nuklir yang tidak pernah diakui secara resmi.
Surat dari Kongres ini menandai babak baru dalam tekanan politik terhadap Gedung Putih.
Transparansi mengenai senjata nuklir Israel dinilai penting bukan hanya untuk kepentingan diplomasi.
Baca juga: Iran Hujani Wilayah Dekat Fasilitas Nuklir Israel dengan Rudal Balistik, Ratusan Orang Terkapar
Tetapi juga untuk memastikan stabilitas kawasan di tengah konflik yang terus bereskalasi.(*)