Imigrasi NTT Bagikan Buku dan Alat Tulis untuk Siswa di Turiskain, Perbatasan RI-Timor Leste
Hilarius Ninu May 08, 2026 11:01 AM

 


TRIBUNFLORES.COM, BELU – Kehadiran negara di wilayah perbatasan tidak melulu soal penjagaan kedaulatan fisik dan administrasi lintas batas. Di jantung tapal batas Republik Indonesia, tepatnya di Desa Maumutin, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), jajaran Imigrasi hadir membawa senyum bagi anak-anak sekolah.

Melalui program bertajuk "Imigrasi NTT: Berdampak, Berkarya, dan Berbagi", Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT bersama Kantor Imigrasi Atambua membagikan buku dan alat tulis kepada siswa-siswi di perbatasan Turiskain, Kamis (7/5/2026).

Sentuhan Humanis di Garis Depan

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan aksi spontan yang lahir dari interaksi langsung dengan warga selama kunjungan kerja di berbagai titik perbatasan, mulai dari PLBN Napan hingga PLBT Turiskain.

"Negara hadir bukan hanya saat ada masalah, tapi juga saat anak-anak perbatasan butuh semangat untuk belajar dan meraih cita-cita setinggi langit Indonesia," ujar Saroha dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Syukuran Gedung Baru, Imigrasi NTT Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Menurut Saroha, melihat senyum tulus anak-anak di Desa Maumutin menjadi oase sekaligus penyemangat bagi petugas imigrasi yang berdinas di wilayah terdepan.

Pendidikan sebagai Penjaga Kedaulatan

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, menegaskan bahwa pemberian alat tulis ini adalah upaya memperkuat ikatan emosional antara petugas dan masyarakat.

Ia menekankan bahwa investasi terbaik di wilayah perbatasan adalah pendidikan bagi generasi muda.

"Anak-anak perbatasan adalah garda terdepan masa depan bangsa. Mendidik mereka berarti menjaga kedaulatan Indonesia untuk generasi yang akan datang," kata Arvin.

Baca juga: Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Imigrasi Maumere Gelar Eazy Paspor di Ende

Kunjungan kerja yang menyisir Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) Turiskain, Builalu, hingga Pos Imigrasi Lakmaras ini bukan sekadar agenda birokrasi.

Aksi berbagi buku ini menjadi pesan kuat bahwa negara tidak pernah melupakan warganya, terutama mereka yang tinggal di ujung terdepan NKRI.

Bagi anak-anak di Desa Maumutin, kehadiran para petugas ini membawa angin segar dan harapan baru untuk terus mengejar mimpi di tengah keterbatasan akses wilayah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.