Pemkab Batang Jajaki Mobil Listrik untuk Pejabat, Biaya Operasional Diklaim Lebih Hemat
muslimah May 08, 2026 11:56 AM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang mulai menjajaki penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan operasional pejabat daerah. 

Langkah ini ditandai dengan uji coba kendaraan listrik di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (8/5/2026).

Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang mencari alternatif kendaraan dinas yang lebih hemat biaya operasional sekaligus ramah lingkungan di tengah tingginya harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: Populasi Meledak, Ikan Sapu-Sapu Ancam Sungai di Batang dan Gerus Habitat Ikan Lokal

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang, Sri Purwaningsih mengatakan, kendaraan listrik dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibanding mobil konvensional, terutama dari sisi kenyamanan dan efisiensi energi.

“Nyaman sih, hampir tidak ada suaranya, karena memang mobil listrik. Harapan kami ke depan, penggunaan kendaraan listrik ini bisa menjadi alternatif karena biaya BBM kendaraan konvensional sekarang cukup mahal,” kata Pj Sekda kepada Tribunjateng, Jumat (8/5/2026). 

Menurut Sri, Pemkab Batang belum langsung memutuskan penggunaan mobil listrik secara menyeluruh. 

Saat ini pemerintah daerah masih melakukan pengkajian, khususnya terkait perbandingan biaya operasional kendaraan listrik dengan kendaraan berbahan bakar minyak.

“Nanti akan kita hitung dulu perbandingan biaya operasionalnya, apakah lebih menguntungkan menggunakan mobil listrik atau kendaraan konvensional,” jelasnya.

Jika dinilai efisien dan sesuai kemampuan anggaran daerah, mobil listrik rencananya akan diprioritaskan untuk kendaraan operasional kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga camat secara bertahap.

“Kalau seluruhnya bisa sekitar 50 unit termasuk camat. Tapi ini masih wacana dan akan kami laporkan dulu kepada Pak Bupati,” jelasnya. 

Selain menekan pengeluaran BBM, kendaraan listrik juga disebut lebih ringan dari sisi perawatan karena tidak memerlukan pergantian oli maupun komponen mesin konvensional lainnya.

“Kalau mobil listrik kan tanpa mesin konvensional, tanpa oli, tanpa BBM. Pengisiannya juga cukup di-charge sehingga lebih hemat,” tegasnya. 

Sementara itu, perwakilan Evigo, Maria menjelaskan, pihaknya menawarkan sistem penggunaan kendaraan listrik dengan skema biaya yang sudah mencakup operasional kendaraan secara menyeluruh.

“Dari awal sampai akhir sudah termasuk semuanya. Jadi tidak ada biaya tambahan mendadak seperti BBM atau biaya operasional lain yang biasanya muncul pada kendaraan konvensional,” ucap Evigo. 

Ia menyebutkan, biaya penggunaan atau sewa kendaraan listrik berkisar Rp14,5 juta hingga Rp25 juta per bulan tergantung tipe kendaraan.

Menurut Maria, efisiensi penggunaan mobil listrik akan lebih terasa untuk kendaraan operasional harian yang memiliki mobilitas tinggi.

“Nanti akan kami paparkan lebih detail perbandingan efisiensi antara kendaraan listrik dan konvensional,” tutupnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.