Breaking News : Balita di Muratara Tewas Akibat Banjir, Tenggelam Saat Orang Tuanya Evakuasi Barang
Slamet Teguh May 08, 2026 11:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, memakan korban jiwa.

Seorang bocah berusia tiga tahun di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Muara Rupit, meninggal dunia diduga akibat tenggelam saat bermain air banjir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut.

“Untuk korban jiwa ada satu orang meninggal dunia, yakni anak usia tiga tahun di Desa Bingin Rupit,” ujar Mugono saat dihubungi Tribunsumsel.com, Jumat (7/5/2026).

Menurut Mugono, pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut.

Namun berdasarkan informasi yang diterima, korban tenggelam ketika bermain air saat orang tuanya tengah sibuk mengevakuasi barang-barang akibat banjir.

“Informasinya, saat orang tuanya sibuk menyelamatkan barang karena banjir, anak itu bermain air lalu tenggelam,” katanya.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit. Namun nyawanya tidak tertolong.

“Sempat dibawa ke RS Rupit, tetapi dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Mugono.

Baca juga: Banjir Muratara Rendam 2.867 Rumah, 5 Jembatan Gantung Putus, Berpotensi Terus Meluas

Baca juga: Banjir Besar Melanda Suka Menang Muratara, BMKG Ungkap 4 Faktor Penyebab Terjadinya Banjir

Sementara itu, banjir yang melanda Kabupaten Muratara merendam ribuan rumah warga. Berdasarkan data BPBD Muratara, sebanyak 2.867 rumah terdampak banjir yang terjadi di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Muara Rupit.

Di Kecamatan Karang Jaya, wilayah yang terendam meliputi Desa Lubuk Kumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Suka Menang, Kelurahan Karang Jaya, Muara Tiku, Terusan, dan Embacang.

Sedangkan di Kecamatan Muara Rupit, banjir merendam Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, dan Maur Baru.

Mugono mengatakan, wilayah dengan genangan terdalam saat ini berada di Desa Noman dan Batu Gajah.

“Update sampai sekarang, yang paling dalam ada di Desa Noman dan Batu Gajah,” jelasnya.

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan lima jembatan gantung di sejumlah desa putus diterjang derasnya arus sungai.

“Total ada lima jembatan putus, di antaranya di Desa Tanjung Beringin, Terusan, Batu Gajah, dan Noman. Satu lagi saya lupa,” katanya.

BPBD menyebut banjir di Muratara merupakan bencana tahunan yang dipicu meluapnya sungai akibat tingginya intensitas hujan.

“Kemarin sejak Maghrib hujan terus sampai pukul 08.00 WIB pagi, sehingga Sungai Rupit meluap dan merendam dua kecamatan,” ujar Mugono.

Saat ini Kabupaten Muratara berstatus siaga banjir karena curah hujan masih tinggi dan debit air berpotensi terus meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Jika debit air terus naik, segera amankan barang-barang penting dan siapkan langkah evakuasi,” pungkasnya.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.