Wagub Jatim Emil Pastikan Pencairan Dana Operasional ke SPPG Mulai Berjalan
Titis Jati Permata May 08, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan macetnya pencairan dana operasional SPPG segera teratasi. Ia menyebut bahwa pencairan dari BGN sudah mulai berjalan hari ini.

Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, begitu mendapatkan informasi terkait adanya keterlambatan proses pencairan dana ke SPPG, Wagub Emil mengaku langsung melakukan komunikasi dengan BGN. 

“Kemarin saya cek BGN pencairan ke virtual account harusnya sudah mulai berjalan. Kita akan kawal supaya program ini jangan sampai terganggu atau terkendala,” tegas Emil, saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Jumat (8/5/2026). 

Kendala Pencairan Dana ke SPPG

Lebih lanjut ia pun menyebutkan kendala pencairan dana ke SPPG tidak hanya terjadi di Surabaya. Tapi juga terjadi di daerah lain.

Sehingga kasus ini bukan merupakan kasuistik karena penyebab tertentu yang terjadi di kawasan Surabaya. 

Baca juga: Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta Tiap Hari Tetap Cair Meski SPPG Tutup? Ini Kata Kepala BGN Dadan

Untuk itu pihaknya berkomitmen Pemprov Jatim akan terus memantau agar pencairan dana bisa segera dilaksanakan ke virtual account dari setiap SPPG yang terkendala.

“Karena memang tidak melalui Pemprov ya anggarannya. Melainkan langsung ke pihak SPPG. Dan kasus ini bukan hanya di Surabaya yang mengalami belum cairnya ke Virtual Account SPPG tapi juga di banyak daerah,” ujarnya.

SPPG Hentikan Sementara Operasional 

Kondisi ini dipicu keterlambatan pencairan dana operasional memasuki Mei 2026.

Salah satu yang terdampak ialah SPPG Siwalankerto 2 yang dikelola Yayasan Asa Prima Bahagia. 

Pada Kamis (7/5/2026), pengelola memutuskan hari tersebut menjadi kali terakhir memasak hingga pencairan dana kembali dilakukan.

Berjalan Lancar Sejak Januari 2026

Pengelola SPPG Yayasan Asa Prima Bahagia, Kusuma Dewi mengatakan, pelaksanaan program MBG selama ini berjalan lancar sejak mulai beroperasi pada Januari 2026. 

Dapur tersebut melayani sekitar 2.600 hingga 2.700 penerima manfaat, termasuk siswa sekolah serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kalau total 3B sekitar 300-an. Ada balita dan ibu menyusui. Menunya sama dengan MBG untuk siswa, hanya porsinya yang berbeda,” kata Kusuma Dewi ditemui SURYA.co.id, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, selama empat bulan terakhir distribusi makanan bergizi berlangsung tanpa kendala berarti.

Namun, memasuki Mei 2026, pencairan dana operasional dari pusat belum diterima.

Kondisi tersebut membuat pengelola dapur mengalami keterbatasan pembiayaan untuk melanjutkan produksi makanan.

"Untuk pendanaan saat ini terus terang kami kehabisan dana di minggu ini. Jadi perkiraan hari ini terakhir memasak,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.