Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk pemeliharaan dan perbaikan ruas jalan rusak di sejumlah wilayah Kota Bandung.
Anggaran itu digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan, mulai dari pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga pekerjaan kontraktual berupa pengaspalan ulang atau overlay jalan.
Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi mengatakan, seluruh pekerjaan dilakukan berdasarkan standar teknis yang telah ditetapkan, sehingga kualitas jalan yang diperbaiki dapat bertahan lebih lama dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Baca juga: Prioritas Perbaikan Jalan Rusak, Dedi Mulyadi Tunda Jembatan Cirahong 2 Tasikmalaya-Ciamis
"Di situ jelas ada perbaikan, ada pemeliharaan berkala, ada pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala itu sifatnya kontraktual. Tahun 2026 ini anggarannya sekitar Rp300 miliar," ujar Rizki, Jumat (8/5/2026).
Ia mengatakan, kontraktual tahun ini, terdapat 10 ruas jalan yang masuk dalam paket pengerjaan. Dari jumlah tersebut, satu paket pekerjaan telah selesai, yakni di kawasan Jalan Sunda, sementara sejumlah ruas lainnya kini masih dalam tahap pengerjaan awal di lapangan.
Beberapa ruas jalan yang sedang proses pengerjaan itu, kata dia, di antaranya yakni kawasan Taman Sari, Siliwangi, Sulanjana, Dago, Wastukencana, dan ruas dari mulai Cihampelas, Sukaraja hingga Gunung Batu.
Rizki mengatakan, progres pekerjaan jalan tidak selalu langsung berupa pengaspalan. Tahapan awal biasanya diawali dengan pembenahan saluran drainase dan perbaikan struktur dasar jalan sebelum proses overlay dilakukan.
"Berprogres itu bukan berarti langsung diaspal. Ada tahapan awal pengerjaan di lapangan, mulai dari perbaikan saluran terlebih dahulu, baru nanti overlay sebagai tahap finalisasi," katanya.
Untuk metode pelapisan jalan, kata Rizki, menggunakan material hotmix yang proses pengerjaannya sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Sehingga, proses pekerjaan penghamparan aspal dilakukan secara hati-hati agar kualitas hasil tetap optimal.
Rizki mengatakan, untuk mencegah gangguan terhadap aktivitas masyarakat, pekerjaan overlay jalan akan dilakukan pada malam hari ketika arus lalu lintas lebih lengang.
"Kalau overlay pasti dilakukan malam hari karena lalu lintas tidak sepadat siang hari, sehingga mobilitas warga tidak terlalu terganggu," ucap Rizki.
Menurutnya, saat perbaikan dan pemeliharaan jalan ini faktor hujan menjadi perhatian. Sebab, campuran aspal hotmix tidak boleh terkena terlalu banyak air karena dapat memengaruhi kualitas dan daya rekat material.
Baca juga: Jalan Berlubang di Sukabumi Membuat Truk Muatan Kayu Terguling Timpa Warung, Sopir Curhat ke KDM
Selain pekerjaan kontraktual berskala besar, pihaknya juga terus melakukan pemeliharaan rutin melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lapangan yang mencakup penanganan jalan retak, berlubang, dan kerusakan ringan.
"Kalau untuk penghamparan skala besar membutuhkan biaya besar dan dilakukan melalui kontrak pekerjaan. Sedangkan yang rutin dilakukan teman-teman UPT biasanya untuk penanganan retak dan lubang," katanya.
Untuk saat ini DSDABM Kota Bandung telah menyiapkan pekerjaan tahap kedua yang mencakup 11 paket pekerjaan, tahap ketiga sekitar 12 hingga 13 paket. Namun, satu paket pada tahap pertama dinyatakan gagal lelang sehingga jumlah pekerjaan berkurang.